Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya

Sabtu, 14 Desember 2024 - 13:29 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2019, SDF membuat kesepakatan dengan pemerintah Assad setelah Trump mengumumkan penarikan pasukan dari negara tersebut. Saat ini, 900 dari sekitar 2.000 tentara AS masih berada di Suriah. Perjanjian tersebut memungkinkan pasukan tentara Suriah untuk memasuki kembali beberapa wilayah di bawah kendali SDF untuk membantu mempertahankan diri dari operasi militer Turki.

Sejak jatuhnya pemerintahan Assad, SDF telah kehilangan beberapa wilayah karena pemberontak yang didukung Turki, dan AS kini berjuang keras untuk menahan serangan terhadap SDF.

Dalam anggaran Pentagon pemerintahan Biden untuk tahun 2024, USD156 juta dialokasikan untuk dana Counter-ISIS Train and Equip Fund (CTEF) untuk melawan ISIS di Suriah.

Uang tersebut digunakan untuk pelatihan, peralatan, logistik, dan infrastruktur, di antara banyak item lainnya. Anggaran Pentagon tahun 2025 telah meminta USD148 juta untuk dana yang sama ini, sementara pada tahun 2023, CTEF menerima USD160 juta.

Di dalam anggaran tersebut, Pentagon menjabarkan bahwa salah satu kelompok utama yang akan menerima dana ini adalah SDF dan, sebagai perluasan; YPG.

"CTEF akan terus menyediakan senjata ringan dan senjata kecil untuk mendukung SDF," demikian pernyataan dokumen anggaran Pentagon.

SDF tidak berperan dalam serangan pemberontak tahun 2024 yang menggulingkan pemerintahan Assad, tetapi mereka merayakan dan menyambut tumbangnya Assad.

2. Syrian Free Army (SFA)


Kelompok lain yang menerima pendanaan CTEF dari Pentagon adalah Syrian Free Army (SFA)—tidak sama dengan Free Syrian Army (FSA)—yang merupakan kelompok induk dari berbagai faksi dalam oposisi Suriah dan sekarang dikenal sebagai Syrian National Army (SNA) atau Tentara Nasional Suriah.

SFA beroperasi di Suriah tenggara dekat perbatasan dengan Irak dan Yordania. Bahkan pernah menjadi tuan rumah bagi tentara AS di pangkalan militernya di al-Tanf, sebuah garnisun di gurun Suriah di jalan raya membawa Damaskus ke Baghdad.

"SFA tetap menjadi mitra penting bagi pasukan koalisi yang beroperasi di dekat Garnisun At Tanf (ATG) di tenggara Suriah," kata dokumen anggaran Pentagon.

SFA sebelumnya bernama Maghawir al-Thawra dan telah didukung dan dilatih oleh AS selama bertahun-tahun.

AS mengatakan mendukung kelompok tersebut dalam perangnya melawan ISIS. Namun Washington juga telah menggunakan SFA untuk membantu menjaga keamanan di sekitar Garnisun al-Tanf, yang sebelumnya menurut Kolonel Angkatan Udara AS Daniel Magruder dapat digunakan sebagai titik ungkit bagi AS untuk memutuskan "hasil yang dapat diterima di Suriah".

Syrian Free Army memainkan peran kecil selama serangan pemberontak tahun 2024, terutama di provinsi Homs, tempat mereka berhasil memukul mundur pasukan pemerintah Suriah.

3. Operasi Timber Sycamore


Selama dua minggu terakhir, sebuah email yang bocor dari tahun 2012 telah muncul kembali di internet di mana asisten penasihat keamanan nasional Obama, Jake Sullivan, memberi tahu mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton bahwa "AQ ada di pihak kita di Suriah", mengacu pada al-Qaeda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Gempa M7,8 Guncang Filipina,...
Gempa M7,8 Guncang Filipina, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Toyota Kenalkan Transmisi...
Toyota Kenalkan Transmisi Manual Canggih Mobil Listrik
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya
Berita Terkini
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved