Bak Lautan Manusia, Ini Salat Jumat Pertama Rakyat Suriah Tanpa Rezim Assad

Sabtu, 14 Desember 2024 - 07:59 WIB
loading...
A A A
Beberapa orang yang berkumpul di alun-alun menceritakan penemuan mengerikan yang terjadi di fasilitas penjara seperti Saydnaya, tempat banyak orang menghilang, dan banyak lainnya menjadi sasaran kengerian yang tak terkatakan. Nasib orang-orang yang hilang sangat membebani pikiran banyak orang yang merayakan hari ini.

Seorang pengunjuk rasa, Mohammad, seorang mahasiswa kedokteran berusia 18 tahun dari Deraa, mengatakan kepada The New Arab (TNA): "Perayaan belum lengkap sampai kita menemukan semua orang yang hilang di penjara-penjara Assad. Kami tidak pernah membayangkan Assad mampu melakukan kejahatan seperti itu sampai kami melihat penjara-penjara itu."

Lama, seorang lulusan kedokteran berusia 24 tahun dari Deraa, berbagi pengalaman mengerikannya hidup di bawah rezim Assad. "Saya menjalani seluruh hidup saya di bawah Assad. Orang tua kami sangat menderita; kami tidak tahu apa pun kecuali pemerintahannya," katanya kepada TNA.

Setelah mengalami serangan udara sejak usia sepuluh tahun, Lama mengingat kembali ketakutan yang menghantui masa kecilnya, sebuah pengingat yang mengerikan tentang kekerasan yang menyelimuti tanah airnya. "Pada tahun 2014, kami harus meninggalkan Deraa selama revolusi,” ujarnya.

"Ketika kami mendengar pemberontak telah memasuki Aleppo, kami tidak mempercayainya. Kami pikir itu akan berakhir di sana, tetapi menyebar hingga ke Damaskus,” imbuh dia.

Meskipun terjadi pergolakan, Lama mengungkapkan harapan untuk masa depan yang lebih damai.

"Saya khawatir kita akan menjadi seperti Libya atau Irak, tetapi kita bukanlah orang-orang yang suka kekerasan. Kami menginginkan perdamaian," ungkapnya.

Sambil mengakui kecemasan di antara berbagai kelompok agama di Suriah, termasuk Alawite, Syiah, dan Kristen, dia mendesak mereka untuk melupakan ketakutan mereka. "Tidak perlu khawatir; kita dapat membangun negara yang mewakili kita semua,” katanya.

Seruan untuk keadilan digaungkan oleh Abdullah Alhafi, seorang koordinator LSM lokal berusia 42 tahun.

"Saya dipaksa meninggalkan Ghouta oleh rezim pada tahun 2018. Ketika saya pergi, saya pikir saya tidak akan pernah kembali," jelasnya kepada TNA.

Namun, setelah kembali ke Damaskus pada hari yang penting—hari yang sama ketika Assad meninggalkan negara itu—Abdullah merasa seolah-olah dia terbangun dari mimpi buruk yang panjang.

"Pada tahun 2011, mengucapkan kata 'kebebasan' saja sudah merupakan mimpi. Namun, sekarang semua mimpi kami terpenuhi; kami merasa terlahir kembali," ungkapnya.

Meskipun mengalami pengalaman traumatis, Abdullah memiliki visi untuk masa depan Suriah. "Kami tidak takut pada pemerintahan Muslim; kami revolusioner. Warga Suriah adalah orang-orang yang cinta damai dan tidak menginginkan lebih banyak pertumpahan darah," ungkapnya, sambil menekankan pentingnya membangun kembali negara bagi semua warga Suriah, terlepas dari latar belakang mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
100.000 Orang Salat...
100.000 Orang Salat Jumat Kedua Ramadan di Masjid Al-Aqsa meski Dibatasi Israel
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Membunuhnya Sejak Lama: Saya Jadi Target
Rekomendasi
Sucor AM Manfaatkan...
Sucor AM Manfaatkan Ajang Lari Perkuat Literasi Investasi
Skuad Prancis Jadi Korban...
Skuad Prancis Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, Bek Spanyol Meradang
Kronologi JPO Tendean...
Kronologi JPO Tendean Ditabrak Truk Pengangkut Alat Berat hingga Nyaris Ambruk
Berita Terkini
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Infografis
Ini Syarat Planet Mars...
Ini Syarat Planet Mars Bisa Ditempati oleh Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved