Israel Caplok Wilayah Suriah saat Rezim Assad Runtuh, PBB Kirim Pasukan Tambahan
Kamis, 12 Desember 2024 - 14:03 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengaku memerintahkan serangan itu. "Untuk memastikan tidak ada pasukan musuh yang menyusup tepat di sebelah perbatasan Israel," katanya.
"Dataran Tinggi Golan akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Israel selamanya," imbuh dia.
Sementara pesan Netanyahu tampaknya mengisyaratkan pemutusan perjanjian gencatan senjata yang pertama kali dicapai dengan mendiang ayah Assad, yang memerintah Suriah dari tahun 1971 hingga kematiannya pada tahun 2000, Perwakilan Tetap Israel untuk PBB Danny Dannon menyatakan bahwa negaranya tetap berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata tahun 1974 dalam sebuah surat yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB pada hari Senin.
Pejabat PBB yang berbicara dengan Newsweek mengatakan bahwa mandat UNDOF tidak berubah dari misi yang diuraikan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 350. "Tetapi kenyataannya adalah bahwa dalam konteks keamanan saat ini, mereka mengamati dan memantau dari posisi statis," ujarnya.
"Penting untuk menekankan bahwa semua posisi yang mereka miliki saat ini masih ditempati," kata pejabat PBB tersebut.
"Tidak ada satu pun dari mereka yang dikosongkan dan tidak ada personel yang direlokasi atau dievakuasi," paparnya.
"Mereka masih akan memiliki lebih dari 1.300 personel berseragam," imbuh pejabat PBB tersebut.
"Dataran Tinggi Golan akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Israel selamanya," imbuh dia.
Sementara pesan Netanyahu tampaknya mengisyaratkan pemutusan perjanjian gencatan senjata yang pertama kali dicapai dengan mendiang ayah Assad, yang memerintah Suriah dari tahun 1971 hingga kematiannya pada tahun 2000, Perwakilan Tetap Israel untuk PBB Danny Dannon menyatakan bahwa negaranya tetap berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata tahun 1974 dalam sebuah surat yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB pada hari Senin.
Pejabat PBB yang berbicara dengan Newsweek mengatakan bahwa mandat UNDOF tidak berubah dari misi yang diuraikan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 350. "Tetapi kenyataannya adalah bahwa dalam konteks keamanan saat ini, mereka mengamati dan memantau dari posisi statis," ujarnya.
"Penting untuk menekankan bahwa semua posisi yang mereka miliki saat ini masih ditempati," kata pejabat PBB tersebut.
"Tidak ada satu pun dari mereka yang dikosongkan dan tidak ada personel yang direlokasi atau dievakuasi," paparnya.
"Mereka masih akan memiliki lebih dari 1.300 personel berseragam," imbuh pejabat PBB tersebut.
(mas)
Lihat Juga :