Profil Asma al-Assad, Eks Ibu Negara Suriah yang Pernah Dijuluki Mawar di Gurun

Kamis, 12 Desember 2024 - 12:48 WIB
loading...
Profil Asma al-Assad,...
Asma al-Assad, mantan Ibu Negara Suriah, yang pernah dijuluki Mawar di Gurun. Foto/Facebook Asma Al Assad-Syrias First Lady
A A A
DAMASKUS - Asma al-Assad, istri presiden terguling Suriah Bashar al-Assad, berada di antara mereka yang melarikan diri ke Rusia setelah runtuhnya rezim sang suami.

Mantan Ibu Negara Suriah itu pernah dijuluki "Bunga Mawar di Gurun" tetapi sekarang dia adalah sosok yang dibenci Barat dan warga Suriah pro-pemberontak dan disamakan dengan Lady Macbeth.

Selama bertahun-tahun Asma al-Assad (49) adalah wajah pembebasan perempuan di Timur Tengah; dengan kariernya yang sukses di perbankan dan pendidikannya yang sekuler di Inggris.

Profil Asma al-Assad


Lahir di London pada tahun 1975, dari pasangan Fawaz Akhras seorang ahli jantung yang sukses di Rumah Sakit Cromwell dan ibunya Sahar seorang diplomat senior Suriah, Asma dikirim ke Queen's College, di Marylebone, dengan biaya kuliah hampir £9.000 per semester.

Baca Juga: Ukraina: Rezim Assad Jatuh karena Dikhianti Putin

Dari sana dia lulus di King's College London pada tahun 1996 dengan gelar di bidang ilmu komputer dan sastra Prancis dan memulai karier di bidang perbankan investasi di perusahaan-perusahaan besar termasuk Deutsche Bank dan JPMorgan.

Empat tahun kemudian, dia menikah dengan Assad, yang kini berusia 59 tahun, di Suriah pada tahun yang sama saat sang suami mengambil alih kendali negara tersebut, setelah kematian ayahnya, Hafez al-Assad, yang meninggal pada usia 69 tahun.

Mereka memiliki tiga orang anak, yang berusia antara 19 dan 23 tahun, dan diperkirakan tinggal bersama orang tua mereka untuk mencari tempat berlindung yang aman di Rusia.

Di panggung internasional, Asma memiliki citra yang sopan, dengan pakaiannya yang sederhana dan penampilannya yang fotogenik. Wajahnya yang tanpa cadar merupakan lambang reputasi Suriah yang relatif bebas bagi kaum perempuan di negara Muslim.

Citra ini tampaknya semakin kuat ketika pada bulan Februari 2010, majalah Vogue menyebut wawancaranya dengan judul "A Rose in the Desert [Bunga Mawar di Gurun]" dan menggambarkannya sebagai "ibu negara yang paling segar dan paling menarik".

Namun, tahun berikutnya perang pecah di Suriah antara pemberontak dan rezim Assad atas rezimnya yang sangat represif dan reputasi negara itu sebagai negara yang terbuka dan sekuler pun hancur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Ini Sosok Hakim Shin...
Ini Sosok Hakim Shin Jong-o, Perberat Vonis Eks Ibu Negara Korsel tapi Mendadak Tewas
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Kebakaran Bar Bangkok...
Kebakaran Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Trump Sebut AS Akan...
Trump Sebut AS Akan Ambil Alih Selat Hormuz, Bakal Pungut Bayaran
Rekomendasi
Foto Liburan Bareng...
Foto Liburan Bareng Gading Marten di Italia Jadi Sorotan, Medina Dina Beri Penjelasan
Betrand Peto Akui Tak...
Betrand Peto Akui Tak Tahu Ada Petisi Boikot Sarwendah, Fokus Garap Lagu Baru
Tim Robot Humanoid ITS...
Tim Robot Humanoid ITS Raih Juara di Ajang Internasional RoboCup 2026
Berita Terkini
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved