Rakyat Suriah Bergembira Rayakan Jatuhnya Rezim Presiden Bashar al-Assad

Selasa, 10 Desember 2024 - 17:45 WIB
loading...
A A A
Dia menjelaskan, “Mereka berdua hilang. Paman saya telah hilang selama 14 tahun, sama dengan usia putranya. Dia menghilang tepat saat anak laki-laki itu lahir. Paman saya yang lain terbunuh di pintu rumahnya ... hari ini saya merasa kami telah dibalaskan dendamnya.”

Youssef Beyraqdar, dari Bab Sbaa, Homs, mengungkapkan, “Saya harus meninggalkan lingkungan saya pada tahun 2012 karena pembersihan etnis dan pembantaian, dan hari ini saya kembali ke kota saya yang telah terbebas.”

“Pada tahun 2018, saya harus meninggalkan pedesaan Homs utara dengan bus hijau (bus transportasi domestik yang digunakan oleh al-Assad untuk pemindahan penduduk secara paksa). Namun hari ini, saya kembali dengan martabat yang utuh, terhormat, dan bebas,” ungkap dia.

Dia menyatakan, “Perasaan saya saat kembali begitu campur aduk. Kami menangis, kami berteriak kegirangan, perasaan yang tidak dapat dijelaskan. Kembali dan bertemu keluarga kami, rasanya seperti mimpi. Saya melihat ibu saya. Saya dapat mengunjungi makam ayah saya. Dia meninggal saat saya pergi, tahun lalu, dan saya tidak dapat kembali.”

“Hari ini saya dapat mengunjunginya dan memberi tahu dia bahwa saya akhirnya berada di sini lagi. Terima kasih kepada Tuhan. Insya Allah, kami akan membangun kembali kota kami yang telah dihancurkan oleh rezim Assad, Rusia, dan milisi sektarian yang ia gunakan dan bawa untuk menekan revolusi Suriah dan membunuh rakyat Suriah,” ungkap dia.

Dia menegaskan, “Yang dapat kami katakan adalah bahwa kami mendambakan Suriah yang merupakan negara sipil, demokratis, yang menghormati semua spektrum rakyat Suriah. Dan kami berharap para penjahat dan pembunuh akan diadili dan dimintai pertanggungjawaban.”

Zainab al-Hussein dari Qalaat al-Madiq, pedesaan Hama menjelaskan, “Hari ini kami berada di Damaskus, puji syukur kepada Allah, Tuhan semesta alam. Kami telah membebaskan semua orang di mana-mana. Perasaan itu tidak dapat digambarkan, kebahagiaan kami. Ya Allah, segala puji bagi-Mu.”

“Kami tidak percaya itu terjadi sampai kami mendengar suara tembakan (perayaan) di luar, dan kami segera keluar dan datang ke Alun-alun Ummayyad. puji syukur kepada Allah. Kami bahagia dan seluruh dunia bersama kami. Sepanjang hidup kami... sepanjang hidup kami, kami telah dilecehkan dan ditindas oleh rezim Bashar al-Assad, dan puji Tuhan kami telah membebaskannya dari penindasan, ketidakadilan, dan korupsi,” ungkap dia.

Dia menjelaskan, “Saya kuliah di universitas swasta, mengambil jurusan administrasi bisnis, tetapi berhenti kuliah karena apa yang terjadi. Kami siap menghentikan seluruh hidup kami untuk ini! Saya berharap (Abu Mohammed) al-Julani akan memerintah kami. Dan syukur kepada Tuhan, Suriah bebas dan tumbang bersama Bashar al-Assad.”

Hajja Majida Hilal (65), warga Palestina di Damaskus menjelaskan, “Kami sangat tertindas! Ya Tuhan, sangat, sangat, sangat buruk, kami benar-benar tertindas. Kami bahkan tidak bisa memberi tahu anak-anak kami tentang seluruh kejadian yang terjadi pada kami, kami tercekik. Menantu laki-laki saya, suami putri saya, dia hanya berjalan pulang ke rumah di kamp (pengungsi) menjelang awal kerusuhan ... dan mereka menembaknya. Begitu saja, eksekusi di lapangan.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
Mali Kacau! Separatis...
Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Ubedilah Badrun Prediksi...
Ubedilah Badrun Prediksi PDIP Jadi Oposisi Total 1,5 Tahun sebelum Pemilu 2029
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Korea Selatan vs Ceko:...
Korea Selatan vs Ceko: Taeguk Warriors Dijagokan Menang
Berita Terkini
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved