Perjalanan Mohammed al-Julani Tumbangkan Assad hingga Jadi Buronan Amerika, Diburu Rezim dan Dikhianati ISIS
Senin, 09 Desember 2024 - 23:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Benarkah Presiden Joe Biden Klaim Ikut Berjasa Gulingkan Bashar Al Assad?
Namun di tahun 2013, al-Baghdadi tiba-tiba mengumumkan bahwa kelompoknya memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan akan memperluas wilayah ke Suriah, yang secara efektif menggabungkan Front al-Nusra ke dalam kelompok baru yang disebut ISIL.
Al-Julani menolak perubahan ini dan mempertahankan kesetiaannya kepada al-Qaeda. Pada tahun-tahun berikutnya, al-Julani tampak menjauhkan diri dari proyek al-Qaeda untuk fokus membangun kelompoknya di dalam wilayah Suriah.
Menurut para analis, perpecahan tersebut tampaknya merupakan upaya untuk menekankan ambisi kelompoknya yang bersifat nasional.
Hingga di tahun 2017, Aleppo berhasil jatuh ke tangan kelompok bersenjata rezim. Dari situlah pasukan al-Julani bergabung dengan kelompok-kelompok di Idlib dan membentuk HTS.
Tujuan HTS yang dinyatakan adalah untuk membebaskan Suriah dari pemerintahan otokratis Assad, “mengusir milisi Iran” dari negara tersebut dan mendirikan negara sesuai dengan interpretasi mereka sendiri tentang “hukum Islam”.
Namun di tahun 2013, al-Baghdadi tiba-tiba mengumumkan bahwa kelompoknya memutuskan hubungan dengan al-Qaeda dan akan memperluas wilayah ke Suriah, yang secara efektif menggabungkan Front al-Nusra ke dalam kelompok baru yang disebut ISIL.
Al-Julani menolak perubahan ini dan mempertahankan kesetiaannya kepada al-Qaeda. Pada tahun-tahun berikutnya, al-Julani tampak menjauhkan diri dari proyek al-Qaeda untuk fokus membangun kelompoknya di dalam wilayah Suriah.
Menurut para analis, perpecahan tersebut tampaknya merupakan upaya untuk menekankan ambisi kelompoknya yang bersifat nasional.
Hingga di tahun 2017, Aleppo berhasil jatuh ke tangan kelompok bersenjata rezim. Dari situlah pasukan al-Julani bergabung dengan kelompok-kelompok di Idlib dan membentuk HTS.
Tujuan HTS yang dinyatakan adalah untuk membebaskan Suriah dari pemerintahan otokratis Assad, “mengusir milisi Iran” dari negara tersebut dan mendirikan negara sesuai dengan interpretasi mereka sendiri tentang “hukum Islam”.
Lihat Juga :