2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?

Jum'at, 06 Desember 2024 - 16:15 WIB
loading...
A A A

1. Pasukan Demokratik Suriah (SDF)


The Syrian Democratic Forces (SDF) atau Pasukan Demokratik Suriah merupakan koalisi yang dipimpin oleh suku Kurdi dan terdiri dari milisi etnis dan kelompok pemberontak yang didukung AS.

SDF berfungsi sebagai sayap militer resmi Pemerintahan Otonom Suriah Utara dan Timur (AANES). Mereka bersekutu dengan dan dipasok oleh aliansi internasional CJTF–OIR yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Pasukan pemberontak Suriah ini didirikan pada 10 Oktober 2015. SDF mengklaim misinya adalah berjuang untuk menciptakan Suriah yang sekuler, demokratis, dan federal.

Namun keberadaan SDF ditentang Turki, yang mengklaim kelompok tersebut memiliki hubungan langsung dengan PKK, yang diakui sebagai kelompok teroris.

Dalam konflik di Suriah, lawan SDF adalah pasukan Islamis, nasionalis Suriah, dan pro-Turki yang terlibat dalam perang saudara. Sejak kekalahan teritorial ISIS, SDF semakin terlibat dalam memerangi TFSA dan kehadiran Turki di Suriah utara.

2. Tentara Pembebasan Suriah (SFA)


The Syrian Free Army (SFA) atau Tentara Pembebasan Suriah adalah sebuah faksi oposisi Suriah yang menguasai wilayah dekat perbatasan Suriah dengan Irak dan Yordania.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved