Operasi Khusus Rusia-Suriah Bebaskan Pasukan yang Ditawan Pemberontak

Kamis, 05 Desember 2024 - 19:59 WIB
loading...
Operasi Khusus Rusia-Suriah...
Pemberontak merayakan keberhasilan merebut Aleppo, Suriah. Foto/sky news
A A A
DAMASKUS - Para kadet dan perwira Angkatan Darat Suriah telah diselamatkan dalam operasi kontraterorisme gabungan Suriah-Rusia yang dilakukan untuk menerobos pengepungan oleh pemberontak di kota Aleppo di barat laut.

Kabar itu diungkap Kementerian Pertahanan Suriah di Facebook pada hari Rabu (4/12/2024).

Para kadet dari Akademi Teknik Militer Assad di dekat Aleppo melawan para pemberontak sebelum dibantu oleh "koordinasi militer-politik gabungan Suriah-Rusia."

“Para pemberontak menyerbu akademi tersebut dengan berbagai jenis senjata kaliber sedang dan berat serta pesawat nirawak canggih,” ungkap kementerian tersebut.

Para siswa kemudian dikepung lagi oleh kelompok-kelompok pemberontak yang dipersenjatai dengan kendaraan berat, termasuk tank, artileri, senapan mesin, dan pesawat nirawak, pernyataan itu menambahkan.

Akibatnya, beberapa kadet dan perwira tewas dan yang lainnya terluka, meskipun kementerian tersebut tidak memberikan angka.

Pengepungan tersebut akhirnya dicabut melalui kerja sama militer gabungan Suriah-Rusia, kementerian tersebut menambahkan.

Para siswa akademi telah tiba dengan selamat di kota Homs di wilayah barat, di mana mereka diberikan perawatan dan pengobatan yang diperlukan, menurut pernyataan tersebut.

Situasi di Suriah telah memburuk dengan cepat setelah kelompok pemberontak Hayat Tahrir-al-Sham (HTS) yang sebelumnya disebut Jabhat al-Nusra dan sekutunya melancarkan serangan mendadak berskala besar di wilayah barat laut negara itu pekan lalu.

Para pemberontak memukul mundur pasukan pemerintah dan merebut sebagian besar wilayah di provinsi Aleppo dan Idlib.

Aleppo, yang merupakan kota terbesar kedua di negara itu, telah berada di bawah kendali pemerintah Suriah sejak 2016.

HTS dianggap sebagai organisasi teroris oleh Suriah, Rusia, Iran, Amerika Serikat (AS), dan beberapa negara lain.

Serangan pemberontak pekan lalu adalah bentrokan besar pertama antara milisi dan pasukan pemerintah Suriah sejak Maret 2020, ketika Rusia dan Turki menjadi penengah gencatan senjata di negara itu.

Menanggapi dimulainya kembali pertempuran di Suriah, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyuarakan komitmennya terhadap integritas teritorial Suriah, dengan mengatakan Ankara ingin konflik tersebut diselesaikan sesuai dengan "keinginan sah" rakyat Suriah.

Presiden Suriah Bashar Assad telah berjanji "membasmi” pemberontak dan menghukum "sponsor dan pendukung" mereka.

Damaskus telah lama menuduh negara-negara Barat dan sekutunya membantu kelompok-kelompok pemberontak yang beroperasi di wilayah tersebut.

Pasukan Suriah dilaporkan berhasil menghentikan pemberontak di wilayah tengah negara tersebut setelah menerima bala bantuan.

Pasukan ekspedisi Rusia di Suriah telah membantu Damaskus dengan meluncurkan serangan udara terus-menerus terhadap para pemberontak.

Moskow melakukan intervensi dalam konflik Suriah pada tahun 2015, membantu menimbulkan kekalahan telak pada banyak kelompok pemberontak, terutama al-Nusra dan Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS).

Rusia mempertahankan kehadiran militer yang signifikan di negara tersebut dan memiliki pangkalan di Hmeimim dan Tartus.

Pekan ini, Kremlin menegaskan kembali dukungan Rusia terhadap pemerintah Suriah, dengan menyatakan Moskow dan Damaskus telah melakukan kontak dan menganalisis perkembangan yang terjadi.

Baca juga: Dituding Terlibat Kejahatan Perang Gaza, Israel Peringatkan 30 Tentara Tak Pergi ke Luar Negeri
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
Rusia Ngamuk Bombardir...
Rusia Ngamuk Bombardir Ukraina, 10 Orang Tewas, Lebih dari 100 Terluka
Putin Ragu Drone Rusia...
Putin Ragu Drone Rusia Serang Negara NATO, Presiden Rumania Sodorkan Bukti
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Situs Radar hingga Pangkalan Militer Dibombardir
Meteor yang Tabrak Atmosfer...
Meteor yang Tabrak Atmosfer Bumi Picu Dentuman dan "Gempa" di AS Ternyata Seukuran Gajah
Rekomendasi
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved