Rusia Tembakkan Rudal Hipersonik di Mediterania, Jenderal Tertinggi Moskow Peringatkan AS
Kamis, 05 Desember 2024 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
"Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal CQ Brown Jr, berbicara dengan Kepala Staf Umum Rusia Jenderal Valery Gerasimov melalui telepon pada 27 November setelah permintaan dari Kementerian Pertahanan Rusia," kata juru bicara Brown, Kapten JD Dorsey, dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada ABC News, yang dilansir Kamis (5/12/2024).
"Ini adalah pertama kalinya para pemimpin berbicara sejak Jenderal Brown menjadi Ketua [Kepala Staf Gabungan]. Para pemimpin membahas sejumlah isu keamanan global dan regional, termasuk konflik yang sedang berlangsung di Ukraina. Atas permintaan Jenderal Gerasimov, Jenderal Brown setuju untuk tidak mengumumkan panggilan telepon tersebut secara proaktif," paparnya.
Dalam percakapan mereka, Brown dan Gerasimov juga membahas cara menghindari salah perhitungan dan eskalasi antara kedua negara terkait Ukraina, kata seorang pejabat AS.
Secara khusus, mereka membahas AS yang mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh ATACMS terhadap target di dalam wilayah Rusia, serta uji coba rudal balistik jarak menengah (IRBM) Rusia berikutnya terhadap target di dalam Ukraina.
Rusia mengatakan serangan IRBM itu sebagai balasan atas izin yang diberikan Amerika kepada Ukraina untuk menggunakan rudal ATACMS di dalam wilayah Rusia.
The New York Times pertama kali melaporkan panggilan telepon antara Brown dan Gerasimov. Peringatan Gerasimov tentang rencana uji coba rudal hipersonik Rusia belum pernah dilaporkan sebelumnya.
Pada hari Selasa, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa fregat Admiral Gorshkov dan Admiral Golovko menembakkan rudal hipersonik Zircon. "Dan kapal selam diesel-listrik Novorossiysk meluncurkan rudal jelajah Kalibr ke posisi target maritim," kata kementerian tersebut.
"Ini adalah pertama kalinya para pemimpin berbicara sejak Jenderal Brown menjadi Ketua [Kepala Staf Gabungan]. Para pemimpin membahas sejumlah isu keamanan global dan regional, termasuk konflik yang sedang berlangsung di Ukraina. Atas permintaan Jenderal Gerasimov, Jenderal Brown setuju untuk tidak mengumumkan panggilan telepon tersebut secara proaktif," paparnya.
Dalam percakapan mereka, Brown dan Gerasimov juga membahas cara menghindari salah perhitungan dan eskalasi antara kedua negara terkait Ukraina, kata seorang pejabat AS.
Secara khusus, mereka membahas AS yang mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh ATACMS terhadap target di dalam wilayah Rusia, serta uji coba rudal balistik jarak menengah (IRBM) Rusia berikutnya terhadap target di dalam Ukraina.
Rusia mengatakan serangan IRBM itu sebagai balasan atas izin yang diberikan Amerika kepada Ukraina untuk menggunakan rudal ATACMS di dalam wilayah Rusia.
The New York Times pertama kali melaporkan panggilan telepon antara Brown dan Gerasimov. Peringatan Gerasimov tentang rencana uji coba rudal hipersonik Rusia belum pernah dilaporkan sebelumnya.
Pada hari Selasa, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa fregat Admiral Gorshkov dan Admiral Golovko menembakkan rudal hipersonik Zircon. "Dan kapal selam diesel-listrik Novorossiysk meluncurkan rudal jelajah Kalibr ke posisi target maritim," kata kementerian tersebut.
Lihat Juga :