Iran Tuding Turki Jatuh dalam Perangkap Zionis
Rabu, 04 Desember 2024 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
“Saat ini, jumlah sekutu Suriah lebih banyak daripada tahun 2011 (awal perang di Suriah). Selain Iran, ada Rusia, Hizbullah Lebanon – yang telah menjadi lebih kuat dari sebelumnya, Pasukan Mobilisasi Rakyat Irak, yang merupakan kekuatan yang luar biasa, Houthi yang heroik di Yaman, dan rakyat Palestina yang terkasih. Mereka semua bersatu dalam mendukung integritas teritorial Suriah dan pemerintahannya saat ini,” ungkapnya.
Baca Juga: Tentara Ukraina Tak Percaya dengan Janji Trump untuk Akhiri Perang Rusia
Velayati menambahkan, “Saya menasihati (Presiden terpilih AS) Donald Trump untuk menyadari bahwa pemerintahan Demokrat, yang sedang mengalami kemunduran, tidak berbuat banyak untuk memajukan kebijakan AS secara global. Sebaliknya, yang dilakukannya hanyalah menyulut pertikaian dan perang di berbagai belahan dunia.”
Velayati menjelaskan, setiap kali api perang berkobar, alih-alih memadamkannya, mereka malah menyiramkannya dengan minyak. "Jika Trump ingin mengelola masa jabatan barunya dengan bijaksana, ia harus belajar dari pengalamannya di masa jabatan pertamanya dan menyadari bahwa kondisi dunia saat ini lebih sulit dan kompleks daripada sebelumnya. Tidak ada negara merdeka yang akan tunduk pada ancaman dan intimidasinya," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengunjungi Damaskus Sabtu lalu, menekankan posisi tegas Iran untuk mendukung Suriah dalam perang melawan terorisme, dan kesediaan penuhnya untuk memberikan segala bentuk dukungan kepada pemerintah Suriah untuk tujuan ini.
Baca Juga: Tentara Ukraina Tak Percaya dengan Janji Trump untuk Akhiri Perang Rusia
Velayati menambahkan, “Saya menasihati (Presiden terpilih AS) Donald Trump untuk menyadari bahwa pemerintahan Demokrat, yang sedang mengalami kemunduran, tidak berbuat banyak untuk memajukan kebijakan AS secara global. Sebaliknya, yang dilakukannya hanyalah menyulut pertikaian dan perang di berbagai belahan dunia.”
Velayati menjelaskan, setiap kali api perang berkobar, alih-alih memadamkannya, mereka malah menyiramkannya dengan minyak. "Jika Trump ingin mengelola masa jabatan barunya dengan bijaksana, ia harus belajar dari pengalamannya di masa jabatan pertamanya dan menyadari bahwa kondisi dunia saat ini lebih sulit dan kompleks daripada sebelumnya. Tidak ada negara merdeka yang akan tunduk pada ancaman dan intimidasinya," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengunjungi Damaskus Sabtu lalu, menekankan posisi tegas Iran untuk mendukung Suriah dalam perang melawan terorisme, dan kesediaan penuhnya untuk memberikan segala bentuk dukungan kepada pemerintah Suriah untuk tujuan ini.
(ahm)
Lihat Juga :