Apa Kelompok HTS Didukung Israel untuk Melemahkan Suriah?
Senin, 02 Desember 2024 - 23:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Profil Hamzah Bin Laden, Anak ke 15 dari 56 Anak Osama bin Laden yang Melanjutkan Kepemimpinan Al Qaeda
Sejauh ini belum ada tanda-tanda campur tangan Israel dalam serangan HTS ke Aleppo. Meski begitu, terdapat kemungkinan bahwa kelompok tersebut sebenarnya memanfaatkan ‘momentum’ yang lebih dulu diciptakan Israel.
Mengutip Times of Israel, Carmit Valensi selaku Kepala Program Arena Utara di Institut Studi Keamanan Nasional di Tel Aviv menyebut alasan utama keberhasilan serangan pemberontak baru-baru ini adalah karena dampak operasi militer Israel melawan Hizbullah dan Iran sejak 8 Oktober 2023. Ia menduga bahwa HTS melihat pelemahan sekutu strategis Suriah, termasuk Teheran.
“Waktunya bukan suatu kebetulan. Mereka mengidentifikasi dengan baik kelemahan kritis, bahkan historis, yang dialami oleh 'Poros Perlawanan,' terutama Hizbullah dan Iran,” ucap Carmit, dikutip Senin (2/12/2024).
Sebagai bukti, ia mengungkap banyak pejuang Hizbullah dipindahkan dari Suriah untuk menghadapi invasi darat Israel di Lebanon. Belum lagi, ada insiden ledakan ribuan pager di hadapan pemiliknya.
Selain Iran, HTS melihat sekutu Suriah lain seperti Rusia yang juga semakin lemah. Terlebih, saat ini fokus Moskow adalah pada pertempuran panjang di Ukraina, sehingga akan meninggalkan peran utama di Damaskus.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda campur tangan Israel dalam serangan HTS ke Aleppo. Meski begitu, terdapat kemungkinan bahwa kelompok tersebut sebenarnya memanfaatkan ‘momentum’ yang lebih dulu diciptakan Israel.
Mengutip Times of Israel, Carmit Valensi selaku Kepala Program Arena Utara di Institut Studi Keamanan Nasional di Tel Aviv menyebut alasan utama keberhasilan serangan pemberontak baru-baru ini adalah karena dampak operasi militer Israel melawan Hizbullah dan Iran sejak 8 Oktober 2023. Ia menduga bahwa HTS melihat pelemahan sekutu strategis Suriah, termasuk Teheran.
“Waktunya bukan suatu kebetulan. Mereka mengidentifikasi dengan baik kelemahan kritis, bahkan historis, yang dialami oleh 'Poros Perlawanan,' terutama Hizbullah dan Iran,” ucap Carmit, dikutip Senin (2/12/2024).
Sebagai bukti, ia mengungkap banyak pejuang Hizbullah dipindahkan dari Suriah untuk menghadapi invasi darat Israel di Lebanon. Belum lagi, ada insiden ledakan ribuan pager di hadapan pemiliknya.
Selain Iran, HTS melihat sekutu Suriah lain seperti Rusia yang juga semakin lemah. Terlebih, saat ini fokus Moskow adalah pada pertempuran panjang di Ukraina, sehingga akan meninggalkan peran utama di Damaskus.
Lihat Juga :