Miliarder Ukraina Ini Tuduh Presiden Zelensky Mencuri Perusahaannya
Senin, 02 Desember 2024 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai salah satu pemilik konglomerat Privat Group, Kolomoisky pernah menjadi tokoh berpengaruh di sektor bisnis dan media Ukraina.
Dia menuduh otoritas Kyiv menggunakan kebutuhan angkatan bersenjata sebagai alasan untuk mencapai tujuan mereka menguasai dua raksasa minyak miliknya.
“Keputusan untuk mengalihkan saham tidak dibuat oleh komando militer,” ungkapnya.
“Kantor presiden menggunakan militer untuk mencapai tujuannya, yaitu penyitaan paksa," lanjut dia.
Pengusaha tersebut juga berbicara tentang kampanye pemerasan yang diduga dialaminya pada tahun 2022, ketika Wakil Kepala Kantor Presiden saat itu, Rostyslav Shurma, diduga menyarankan agar dia secara sukarela melepaskan sahamnya sebagai imbalan atas penyelesaian pertempuran hukumnya yang sedang berlangsung dengan otoritas.
Kolomoisky mengeklaim bahwa setelah penolakannya, Zelensky secara diam-diam mencabut kewarganegaraan Ukrainanya dan menyita aset-asetnya.
Dia menuduh otoritas Kyiv menggunakan kebutuhan angkatan bersenjata sebagai alasan untuk mencapai tujuan mereka menguasai dua raksasa minyak miliknya.
“Keputusan untuk mengalihkan saham tidak dibuat oleh komando militer,” ungkapnya.
“Kantor presiden menggunakan militer untuk mencapai tujuannya, yaitu penyitaan paksa," lanjut dia.
Pengusaha tersebut juga berbicara tentang kampanye pemerasan yang diduga dialaminya pada tahun 2022, ketika Wakil Kepala Kantor Presiden saat itu, Rostyslav Shurma, diduga menyarankan agar dia secara sukarela melepaskan sahamnya sebagai imbalan atas penyelesaian pertempuran hukumnya yang sedang berlangsung dengan otoritas.
Kolomoisky mengeklaim bahwa setelah penolakannya, Zelensky secara diam-diam mencabut kewarganegaraan Ukrainanya dan menyita aset-asetnya.
Lihat Juga :