Terapkan Gencatan Senjata, Pemimpin Hizbullah akan Bekerja Sama dengan Militer Lebanon
Sabtu, 30 November 2024 - 07:45 WIB
loading...
A
A
A
Militer Israel telah mengeluarkan larangan bagi orang-orang untuk kembali ke desa-desa di sepanjang perbatasan Lebanon dengan Israel dan telah menembaki orang-orang di desa-desa tersebut dalam beberapa hari terakhir, menyebut pergerakan tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Baik militer Lebanon maupun Hizbullah menuduh Israel melanggar gencatan senjata dalam kejadian tersebut, dan dengan melancarkan serangan udara di utara Sungai Litani pada hari Kamis.
Pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara di Lebanon selatan pada hari Jumat, dengan klaim mereka menargetkan senjata Hizbullah.
Pasukan Israel yang ditempatkan di kota Khiam, yang mencakup sedikitnya empat tank, pada hari Jumat menembaki orang-orang saat mereka mencoba menguburkan jenazah di pemakaman.
“Terdengar tembakan ke arah warga sipil. Telah terjadi pemboman artileri. Telah terjadi tank-tank Merkava yang meluncurkan peluru ke beberapa daerah,” ungkap Ali Hashem dari Al Jazeera, melaporkan dari Tyre di Lebanon.
Qassem juga mendeklarasikan “kemenangan ilahi” dalam perang kelompok itu dengan Israel dan mengklaim kemenangan itu bahkan lebih besar daripada kemenangan pada tahun 2006, ketika Hizbullah dan Israel bertempur selama 34 hari.
Dia mengatakan pasukan Israel membunuh dan menggusur ribuan orang, termasuk para pejuang, tetapi juga menderita kerugian besar dan gagal mencapai tujuan mereka.
Dia menegaskan Hizbullah akan terus mendukung warga Palestina di Gaza, tempat Israel terus melakukan serangan selama lebih dari setahun.
Baik militer Lebanon maupun Hizbullah menuduh Israel melanggar gencatan senjata dalam kejadian tersebut, dan dengan melancarkan serangan udara di utara Sungai Litani pada hari Kamis.
Pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara di Lebanon selatan pada hari Jumat, dengan klaim mereka menargetkan senjata Hizbullah.
Pasukan Israel yang ditempatkan di kota Khiam, yang mencakup sedikitnya empat tank, pada hari Jumat menembaki orang-orang saat mereka mencoba menguburkan jenazah di pemakaman.
“Terdengar tembakan ke arah warga sipil. Telah terjadi pemboman artileri. Telah terjadi tank-tank Merkava yang meluncurkan peluru ke beberapa daerah,” ungkap Ali Hashem dari Al Jazeera, melaporkan dari Tyre di Lebanon.
Qassem juga mendeklarasikan “kemenangan ilahi” dalam perang kelompok itu dengan Israel dan mengklaim kemenangan itu bahkan lebih besar daripada kemenangan pada tahun 2006, ketika Hizbullah dan Israel bertempur selama 34 hari.
Dia mengatakan pasukan Israel membunuh dan menggusur ribuan orang, termasuk para pejuang, tetapi juga menderita kerugian besar dan gagal mencapai tujuan mereka.
Dia menegaskan Hizbullah akan terus mendukung warga Palestina di Gaza, tempat Israel terus melakukan serangan selama lebih dari setahun.
Lihat Juga :