Putin Ancam Gempur Ibu Kota Ukraina dengan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia

Jum'at, 29 November 2024 - 09:53 WIB
loading...
Putin Ancam Gempur Ibu...
Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menyerang Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dengan rudal hipersonik Oreshnik. Foto/Layanan Pers Kementerian Pertahanan Rusia
A A A
ASTANA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menyerang Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dengan rudal balistik hipersonik Oreshnik.

Dia mengatakan militernya sedang memilih target di Ukraina untuk serangan misil hipersonik terbaru itu.

"Target potensial untuk rudal tersebut dapat berupa pusat pengambilan keputusan di Kyiv," kata Putin selama pertemuan dengan sekutu regional utama Moskow di Astana, Kazakhstan, pada Kamis.

"Fasilitas militer juga dapat menjadi sasaran, bersama dengan perusahaan pertahanan dan industri—terutama karena rezim Kyiv telah berulang kali mencoba menyerang fasilitas penting nasional di Rusia," lanjut dia.

Baca Juga: Putin: Rudal Rusia Lebih Kuat daripada Misil Barat untuk Ukraina

Moskow, imbuh Putin, sudah memiliki beberapa rudal Oreshnik dan telah memulai produksi skala besar sistem senjata canggih tersebut.

Menanggapi rekan-rekannya dari Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), Putin menegaskan kembali bahwa serangan perdana misil Oreshnik pekan lalu merupakan respons Moskow terhadap negara-negara Barat yang memberikan izin bagi Kyiv untuk menembakkan senjata jarak jauh jauh ke dalam wilayah Rusia.

Hal itu, kata Putin, membuat negara-negara anggota NATO terlibat langsung dalam konflik tersebut.

Dia mengatakan militer Rusia pada Rabu malam meluncurkan sekitar 90 serangan rudal dan 100 serangan pesawat nirawak terhadap target militer di Ukraina.

Serangan itu dilakukan sebagai respons terhadap serangan Kyiv yang terus-menerus menggunakan senjata Barat. Dia memperingatkan bahwa lebih banyak serangan misil Oreshnik mungkin akan menyusul.

“Oreshnik tidak memiliki tandingan di dunia, tentu saja, dan saya yakin tidak akan ada yang muncul dalam waktu dekat,” katanya.

“[Sistem ini memiliki] puluhan hulu ledak homing yang menyerang target mereka dengan kecepatan Mach-10. Suhunya mencapai 4.000 derajat,” imbuh Putin.

"Apa pun yang berada di pusat serangan akan hancur menjadi partikel elementer, berubah menjadi debu," jelasnya, seperti dikutip Russia Today, Jumat (29/11/2024).

Oreshik dapat menghancurkan target yang sangat dibentengi yang terkubur jauh di bawah tanah, kata Putin.

Serangan besar-besaran dengan rudal semacam itu, paparnya, akan sebanding dengan serangan nuklir dalam kekuatannya.

"Kami memiliki beberapa unit yang siap digunakan sekarang. Tentu saja, jika serangan dengan senjata jarak jauh Barat di wilayah kami terus berlanjut, kami akan merespons, termasuk dengan meluncurkan lebih banyak uji tempur sistem Oreshnik," imbuh Putin.

Berbicara pada pertemuan CSTO, Putin membandingkan sistem rudal Rusia dengan spesifikasi yang sama dengan rudal ATACMS Amerika Serikat dan rudal SCALP/Storm Shadow Prancis/Inggris, yang telah digunakan Kyiv untuk melawan Rusia.

Menurutnya, senjata Moskow lebih unggul dalam beberapa aspek, dan negara itu memproduksi lebih banyak senjata daripada yang dapat diproduksi oleh seluruh blok NATO.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Komentar Judi Online...
Komentar Judi Online Dinilai Bukan Sekadar Promosi, Pakar: Tapi Upaya Provokasi Sistematis
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
KPK Panggil Lagi Bos...
KPK Panggil Lagi Bos Maktour Fuad Hasan terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved