Pesawat Pengebom Nuklir B-52H AS Gertak Rusia usai Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik
Kamis, 28 November 2024 - 09:18 WIB
loading...
A
A
A
Pesawat itu berangkat dari Pangkalan Udara Fairford di Inggris dan terbang ke arah timur laut saat melintasi Laut Utara, Denmark, dan Laut Baltik sebelum mencapai Finlandia bagian tengah.
Pesawat pengebom Amerika itu terintegrasi dengan jet tempur F/A-18C Hornet Finlandia dan jet tempur JAS 39 Gripen Swedia selama misi pelatihan.
"Misi ini memperlihatkan peran Finlandia yang semakin besar dalam Aliansi NATO dan menandai tonggak sejarah lain dalam memperkuat pertahanan kolektif NATO," kata Angkatan Udara AS, seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (28/11/2024).
Kerja sama bilateral dengan AS memperkuat kemampuan pertahanan Finlandia, kata Angkatan Udara Finlandia.
Finlandia telah berlatih dengan pesawat pengebom strategis Amerika di wilayah udara negara itu sejak Juli, yang berkontribusi pada pertahanan dan pencegahan kolektif NATO di High North.
Tidak jelas jenis senjata apa yang disimulasikan untuk dilepaskan dalam misi pelatihan di Finlandia.
Hans Kristensen, direktur Proyek Informasi Nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika, mengidentifikasi pesawat pengebom yang terlibat dalam misi itu hanya untuk membawa senjata konvensional, menurut nomor serinya.
Pesawat pengebom Amerika itu terintegrasi dengan jet tempur F/A-18C Hornet Finlandia dan jet tempur JAS 39 Gripen Swedia selama misi pelatihan.
"Misi ini memperlihatkan peran Finlandia yang semakin besar dalam Aliansi NATO dan menandai tonggak sejarah lain dalam memperkuat pertahanan kolektif NATO," kata Angkatan Udara AS, seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (28/11/2024).
Kerja sama bilateral dengan AS memperkuat kemampuan pertahanan Finlandia, kata Angkatan Udara Finlandia.
Finlandia telah berlatih dengan pesawat pengebom strategis Amerika di wilayah udara negara itu sejak Juli, yang berkontribusi pada pertahanan dan pencegahan kolektif NATO di High North.
Tidak jelas jenis senjata apa yang disimulasikan untuk dilepaskan dalam misi pelatihan di Finlandia.
Hans Kristensen, direktur Proyek Informasi Nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika, mengidentifikasi pesawat pengebom yang terlibat dalam misi itu hanya untuk membawa senjata konvensional, menurut nomor serinya.
Lihat Juga :