Mengapa KTT Perubahan Iklim Menghasilkan Ilusi dan Janji? Berikut 6 Alasannya

Selasa, 26 November 2024 - 04:04 WIB
loading...
A A A
Presiden AS Joe Biden menyebut kesepakatan yang dicapai di Baku sebagai "hasil bersejarah", sementara utusan iklim Uni Eropa Wopke Hoekstra mengatakan kesepakatan itu akan dikenang sebagai "awal era baru untuk pendanaan iklim".

Tetapi yang lain sama sekali tidak setuju. India, seorang kritikus keras terhadap sikap negara-negara kaya dalam negosiasi iklim, menyebutnya "jumlah yang sedikit".

"Dokumen ini tidak lebih dari sekadar ilusi optik," kata delegasi India Chandni Raina.

Menteri Lingkungan Sierra Leone Jiwoh Abdulai mengatakan kesepakatan itu menunjukkan "kurangnya niat baik" dari negara-negara kaya untuk mendukung negara-negara termiskin di dunia saat mereka menghadapi kenaikan permukaan laut dan kekeringan yang lebih parah. Utusan Nigeria Nkiruka Maduekwe menyebutnya sebagai "penghinaan".

5. Perjanjian Perubahan Iklim Tidak Bisa Dipastikan

Meskipun telah ada perjanjian iklim yang dirayakan selama bertahun-tahun, emisi gas rumah kaca dan suhu global terus meningkat, dengan tahun 2024 diperkirakan akan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat. Efek cuaca ekstrem yang semakin parah menyoroti kurangnya tindakan untuk mencegah krisis iklim yang parah.

Kesepakatan keuangan COP29 telah menuai kritik karena dianggap tidak memadai.

Yang menambah kegelisahan, kemenangan pemilihan presiden Trump membayangi pembicaraan tersebut, dengan janjinya untuk menarik AS dari upaya iklim global dan menunjuk seorang skeptis iklim sebagai menteri energi yang semakin meredam optimisme.

6. Tidak Lagi Sesuai dengan Tujuannya

Koalisi LSM Kick the Big Polluters Out (KBPO) menganalisis akreditasi di pertemuan puncak tersebut, dengan menghitung bahwa lebih dari 1.700 orang yang terkait dengan kepentingan bahan bakar fosil hadir.

Sekelompok aktivis dan ilmuwan iklim terkemuka, termasuk mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, memperingatkan awal bulan ini bahwa proses COP “tidak lagi sesuai dengan tujuannya”.

Mereka mendesak pertemuan yang lebih kecil dan lebih sering, kriteria yang ketat untuk negara tuan rumah, dan aturan untuk memastikan perusahaan menunjukkan komitmen iklim yang jelas sebelum diizinkan mengirim pelobi ke pembicaraan tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Teheran Sebut Israel...
Teheran Sebut Israel Serang Azerbaijan, tapi Iran yang Disalahkan
Perang Meluas, Drone...
Perang Meluas, Drone Iran Hantam Bandara di Azerbaijan
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
Jenazah Khamenei Disemayamkan...
Jenazah Khamenei Disemayamkan di Teheran, Prosesi Pemakaman Digelar Sepekan
Momen Pelatih Mesir...
Momen Pelatih Mesir Bentangkan Bendera Palestina Setelah Menang atas Australia di Piala Dunia
Rekomendasi
Pilot Amerika Serikat...
Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat
Brough Superior Dagger...
Brough Superior Dagger S, Rolls-Royce Roda Dua Supermewah
232 Warga Mengungsi...
232 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
Berita Terkini
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
Hadiri Pemakaman Khamenei,...
Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
Infografis
Paus Fransiskus, Pembawa...
Paus Fransiskus, Pembawa Perubahan dan Keterbukaan Gereja Katolik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved