Perekonomian China Melambat, Investor Asing Beramai-ramai Tarik Dana

Sabtu, 23 November 2024 - 10:08 WIB
loading...
A A A
Potensi perang dagang yang meluas dan memburuknya hubungan dengan Beijing selama masa jabatan kedua Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat semakin menghambat investasi.

Ketegangan geopolitik menjadi perhatian penting bagi anggota Kamar Dagang Amerika di Shanghai, seperti yang dicatat oleh Ketua Allan Gabor.

Gabor menyoroti kompleksitas perencanaan investasi skala besar dalam iklim ekonomi saat ini. Namun, dia menunjukkan bahwa banyak investor masih terlibat dalam investasi skala kecil hingga menengah, yang menunjukkan pendekatan investasi yang lebih tepat dan presisi.

Dia membagikan wawasan ini selama wawancara Bloomberg TV di China International Import Expo pekan lalu. Meski ada tantangan, langkah-langkah stimulus pemerintah baru-baru ini telah memberikan dampak positif pada segmen investor asing.


Arus Keluar Modal Asing


Menurut data bank sentral, nilai saham yang dimiliki warga asing meningkat lebih dari 26 persen sejak Agustus. Selain itu, indeks saham acuan China mengalami lonjakan signifikan hampir 21 persen di bulan September setelah upaya stimulus terkoordinasi, meski sejak itu telah kehilangan sebagian dari keuntungan tersebut.

Di sisi lain, investasi keluar dari China telah meningkat pesat, yang menunjukkan adanya pergeseran dalam dinamika investasi.

Pada kuartal ketiga, perusahaan-perusahaan China meningkatkan aset luar negeri mereka sekitar USD34 miliar, berdasarkan data awal. Hal ini menyebabkan total arus keluar untuk tahun 2024 menjadi USD143 miliar, menandai angka tertinggi ketiga yang tercatat untuk periode ini.

Perusahaan seperti BYD telah secara agresif memperluas kehadiran mereka di luar negeri untuk mengamankan bahan baku dan meningkatkan kapasitas produksi di pasar luar negeri.

Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut dan tumbuh, terutama karena semakin banyak negara mengenakan tarif pada ekspor China seperti baja, dan Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan tarif besar-besaran pada semua barang China.

Singkatnya, penarikan FDI secara konsisten dari China menandakan erosi kepercayaan yang dalam pada kapasitas pemerintah China untuk mempertahankan stabilitas dan transparansi ekonomi.

Meski ada banyak upaya untuk meningkatkan ekonomi, ketidakpastian peraturan dan gesekan geopolitik yang terus-menerus telah meningkatkan kekhawatiran investor.

Arus keluar modal asing yang substansial ini menekankan kebutuhan kritis bagi China untuk menyelesaikan masalah, karena investor asing semakin mempertanyakan kredibilitas dan kebijakan pemerintah, yang menyebabkan mereka menarik diri dari pasar China.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved