Tegang dengan Yunani, Turki Kembangkan Rudal Hipersonik dan Senjata Laser
Senin, 31 Agustus 2020 - 09:37 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Erdogan menekankan bahwa Turki tidak mentoleransi kurangnya koordinasi dalam industri pertahanan. “Khususnya, kami tidak pernah menerima produk dari luar negeri yang bisa kami buat di dalam negeri. Kami telah menghidupkan kembali industri pertahanan kami yang hampir lumpuh," katanya. (Baca: Tegang, Turki Cegat 6 Jet Tempur F-16 Yunani di Mediterania Timur )
"Terinspirasi oleh warisan mulia nenek moyang kami, kami mengurangi ketergantungan eksternal industri pertahanan kami dari 70% menjadi 30%," imbuh dia.
Dia menunjukkan bahwa Turki adalah salah satu negara teratas dalam produksi kendaraan udara tak berawak (UAV), UAV bersenjata, dan UAV ofensif. “UAV bersenjata Bayraktar TB2 kami dapat dengan mudah mencapai target dengan sistem misil 230 milimeter yang dipandu laser. Perkembangan baru ini terutama akan memperkuat kekuatan kami di garis depan," kata Erdogan.
UAV bersenjata Bayraktar TB2 dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan Turki, Baykar Technologies.
Berbicara kemudian pada upacara wisuda di Universitas Pertahanan Nasional di Ankara, Erdogan mengatakan; "Kami melakukan perlawanan yang efektif terhadap semua ancaman dengan menyeimbangkan investasi kami di industri pertahanan dan sumber daya manusia kami."
Terkait situasi di Mediterania Timur, Erdogan mengklaim Turki sedang menghadapi ancaman eksternal. "Seiring dengan perang kami melawan terorisme, kami menghadapi ancaman terhadap hak dan kepentingan kami di kawasan, terutama di Mediterania dan Aegean," katanya.
"Terinspirasi oleh warisan mulia nenek moyang kami, kami mengurangi ketergantungan eksternal industri pertahanan kami dari 70% menjadi 30%," imbuh dia.
Dia menunjukkan bahwa Turki adalah salah satu negara teratas dalam produksi kendaraan udara tak berawak (UAV), UAV bersenjata, dan UAV ofensif. “UAV bersenjata Bayraktar TB2 kami dapat dengan mudah mencapai target dengan sistem misil 230 milimeter yang dipandu laser. Perkembangan baru ini terutama akan memperkuat kekuatan kami di garis depan," kata Erdogan.
UAV bersenjata Bayraktar TB2 dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan Turki, Baykar Technologies.
Berbicara kemudian pada upacara wisuda di Universitas Pertahanan Nasional di Ankara, Erdogan mengatakan; "Kami melakukan perlawanan yang efektif terhadap semua ancaman dengan menyeimbangkan investasi kami di industri pertahanan dan sumber daya manusia kami."
Terkait situasi di Mediterania Timur, Erdogan mengklaim Turki sedang menghadapi ancaman eksternal. "Seiring dengan perang kami melawan terorisme, kami menghadapi ancaman terhadap hak dan kepentingan kami di kawasan, terutama di Mediterania dan Aegean," katanya.
Lihat Juga :