Terlalu Sering Jadi Target Pembunuhan, Robot Anjing Kawal Rumah Donald Trump

Minggu, 17 November 2024 - 19:30 WIB
loading...
A A A
Mengapa Secret Service mungkin menggunakannya sekarang?

Ron Williams, mantan agen Secret Service yang sekarang menjadi CEO perusahaan manajemen risiko dan keamanan Talon Companies, menduga upaya pembunuhan terhadap Trump menambah urgensi pada dorongan agensi tersebut "untuk meningkatkan teknologi yang dapat meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi dan mencegah," kata Williams.

Di Mar-a-Lago, tempat sebagian besar properti terekspos, Williams mengatakan anjing robot sudah lama tertunda. "Mereka dapat mencakup area yang jauh lebih luas" daripada manusia saja, kata Williams tentang anjing, yang ia harapkan akan menjadi pemandangan yang lebih umum dari waktu ke waktu.

Dan itu bukan hanya Secret Service. Williams mengatakan anjing robot semakin menjadi alat yang digunakan oleh militer dan lembaga penegak hukum di seluruh dunia.

Sebuah regu penjinak bom di Montgomery County, Pennsylvania yang membeli Spot pada musim semi menggunakan perangkat tersebut untuk memeriksa bahan peledak potensial, menurut materi promosi Boston Dynamics.

Tahun lalu, Departemen Kepolisian New York terus maju dengan menambahkan anjing robotik ke dalam pasukannya meskipun ada keluhan tentang "kekuasaan polisi yang berlebihan dan mengerikan," menurut Wired.

Di belahan dunia lain, Ukraina telah menggunakannya untuk melakukan pengintaian dalam konflik yang sedang berlangsung yang dipicu oleh invasi Rusia pada tahun 2022, Kyiv Post melaporkan.

Spot dikenal karena kelincahannya. Ia dapat naik turun tangga dan melewati ruang sempit. Ia bahkan dapat membuka pintu.

Namun kemampuannya untuk mengungkap potensi ancaman menempati peringkat tinggi di antara alasan mengapa begitu banyak lembaga tampaknya bersedia membayar hingga USD75.000 (£59.000) untuk perangkat tersebut.

Kepala komunikasi Dinas Rahasia Guglielmi mengatakan anjing robotik tersebut "dilengkapi dengan teknologi pengawasan, dan serangkaian sensor canggih yang mendukung operasi perlindungan kami".

Perangkat tersebut dilengkapi dengan beberapa kamera yang menghasilkan peta 3D dari sekelilingnya, menurut materi pemasaran Boston Dynamics, dan juga dapat memiliki tambahan seperti penginderaan termal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Perang Meluas! Militer...
Perang Meluas! Militer Ukraina Serang 2 Kapal Iran di Laut Kaspia, 1 Orang Tewas
Wow, Jepang Akan Uji...
Wow, Jepang Akan Uji Coba Penambangan Mineral Tanah Jarang 6 Km di Bawah Laut
Rekomendasi
Kris Dayanti Borong...
Kris Dayanti Borong 2 Medali Emas di Kejuaraan Nasional Wushu
Satgas Ketenagakerjaan...
Satgas Ketenagakerjaan Polri Tangani 97 Kasus, Pakar: Komitmen Kapolri Lindungi Buruh
Speed Boat Hilang Kontak...
Speed Boat Hilang Kontak di Teluk Tomini: 12 Orang Ditemukan, Nahkoda Masih Dicari
Berita Terkini
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Infografis
5 Negara Terancam setelah...
5 Negara Terancam setelah Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved