Akankah Trump Menciptakan Perang Dunia III di Timur Tengah?

Sabtu, 16 November 2024 - 13:50 WIB
loading...
A A A
Dengan menyatakan kesepakatan itu "tidak mencukupi," Trump memberlakukan sanksi ekonomi berat yang menghantam ekonomi Iran dengan keras, melumpuhkan industri minyak dan sistem perbankannya. Hal ini membawa Iran ke dalam krisis ekonomi yang dalam dan mendorong Teheran untuk secara bertahap meninggalkan komitmen JCPOA-nya, yang semakin memperburuk hubungan. Kini, dengan kembalinya Trump, Iran tidak lagi berkhayal tentang pemulihan kesepakatan dan menyadari bahwa sanksi kemungkinan akan semakin ketat.

Namun, ancaman di Teheran melampaui ekonomi. Israel, musuh utama regional Iran, memperoleh keunggulan strategis baru dengan kembalinya Trump, memperkuat posisi keamanannya terhadap Iran. Selama masa jabatan pertamanya, Trump memperkuat hubungan dengan Israel, mendukung inisiatifnya yang ditujukan untuk melawan pengaruh Iran.

"Dukungan ini mencakup pembagian intelijen, koordinasi keamanan, dan dukungan strategis, yang memungkinkan Israel bertindak lebih tegas," papar Sadygzade.

Dengan kembalinya Trump, Israel memperoleh sekutu yang kuat, dan dengan latar belakang ini, otoritas Israel dapat meningkatkan konflik dengan Iran, yakin bahwa tindakan mereka kemungkinan akan menerima dukungan dan dukungan dari Washington.

4. Perang terhadap Proksi Iran Terus Berlanjut

Bagi Teheran, posisi Israel yang diperkuat menghadirkan ancaman langsung. Dengan potensi peningkatan dukungan AS, Israel dapat memulai serangan lebih lanjut terhadap aset Iran di Suriah atau bahkan memperluas operasi terhadap infrastruktur Iran di kawasan tersebut untuk mengekang pengaruh Iran.

"Pemerintah Iran sangat menyadari bahwa era Trump yang baru dapat menandakan babak baru konfrontasi dan eskalasi konflik, dengan Israel, yang didukung oleh AS, mengambil sikap yang lebih keras dan lebih aktif," jelas Sadygzade.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved