Tuding NYPD Berkonspirasi Bunuh Malcolm X, Keluarga Tuntut Ganti Rugi Rp1,6 Triliun
Sabtu, 16 November 2024 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
Gugatan tersebut mengatakan bahwa agen FBI berupaya membahayakan keselamatannya dengan menangkap tim keamanannya pada hari-hari menjelang pembunuhan pada 21 Februari 1965.
Biro tersebut juga diduga telah memindahkan petugas keamanan dari Audubon Ballroom, lokasi pembunuhan, dan gagal menyetujui izin yang akan memungkinkan Malcolm membawa senjata api.
"Kami siap untuk pertarungan ini," kata Crump.
Shabazz, putri Malcolm, mengatakan bahwa keluarganya berjuang "terutama untuk ibu kami" yang mengalami serangan kekerasan saat Malcolm masih hidup dan, sebagai perawat terdaftar, berusaha memberikan perawatan medis ketika ia ditembak mati.
"Ia mengubah tempat ini, yang melambangkan trauma, tragedi, dan mengubahnya menjadi tempat kemenangan, bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang lain agar menjadi penerima manfaat dari pekerjaan ayah saya, generasi muda ini untuk meneruskan pekerjaan ini sehingga kita bisa mendapatkan kebenaran dan keadilan bagi semua orang yang telah dibunuh secara salah," katanya selama jumpa pers yang diadakan di bekas lokasi pembunuhan ayahnya, yang sekarang didedikasikan kembali sebagai Malcolm X dan Dr. Betty Shabazz Memorial and Educational Centre.
Biro tersebut juga diduga telah memindahkan petugas keamanan dari Audubon Ballroom, lokasi pembunuhan, dan gagal menyetujui izin yang akan memungkinkan Malcolm membawa senjata api.
"Kami siap untuk pertarungan ini," kata Crump.
Shabazz, putri Malcolm, mengatakan bahwa keluarganya berjuang "terutama untuk ibu kami" yang mengalami serangan kekerasan saat Malcolm masih hidup dan, sebagai perawat terdaftar, berusaha memberikan perawatan medis ketika ia ditembak mati.
"Ia mengubah tempat ini, yang melambangkan trauma, tragedi, dan mengubahnya menjadi tempat kemenangan, bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang lain agar menjadi penerima manfaat dari pekerjaan ayah saya, generasi muda ini untuk meneruskan pekerjaan ini sehingga kita bisa mendapatkan kebenaran dan keadilan bagi semua orang yang telah dibunuh secara salah," katanya selama jumpa pers yang diadakan di bekas lokasi pembunuhan ayahnya, yang sekarang didedikasikan kembali sebagai Malcolm X dan Dr. Betty Shabazz Memorial and Educational Centre.
(ahm)
Lihat Juga :