Pembocor Rencana Israel Serang Iran Ternyata Pejabat CIA, Ini Sosoknya

Kamis, 14 November 2024 - 11:25 WIB
loading...
Pembocor Rencana Israel...
Sosok yang bocorkan dokumen sangat rahasia AS tentang rencana serangan Israel terhadap Iran ternyata pejabat CIA. Foto/USA Today
A A A
WASHINGTON - Pejabat CIA Amerika Serikat (AS) Asif William Rahman telah ditangkap FBI di Kamboja pada Selasa karena membocorkan dokumen rahasia yang menunjukkan rencana serangan Israel terhadap Iran.

Rahman telah dibawa ke pengadilan federal di Guam untuk menghadapi dakwaan.

Mengutip laporan New York Times, Kamis (14/11/2024), Rahman sebelumnya didakwa oleh pengadilan federal AS di Virginia dengan dakwaan penyimpanan dan transmisi informasi pertahanan nasional secara sengaja.

Menurut laporan tersebut, dokumen-dokumen rahasia yang dibocorkannya disiapkan oleh Badan Intelijen Geospasial Nasional—badan yang menganalisis informasi dan foto satelit mata-mata AS.

Baca Juga: Dokumen Sangat Rahasia AS Bocor, Ungkap Persiapan Israel Serang Iran

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa data intelijen dalam dokumen rahasia tersebut didasarkan pada citra satelit dari 15-16 Oktober 2024.

Rahman bekerja untuk CIA di luar negeri, dan menurut New York Times, dia memegang izin keamanan rahasia dengan akses ke informasi sensitif, yang memungkinkannya untuk menangani dokumen dan foto rahasia.

Dokumen-dokumen rahasia tersebut sebelumnya diedarkan di aplikasi Telegram, dan pejabat AS mengatakan mereka tidak yakin dari mana dokumen tersebut diambil.

Pejabat senior Amerika sebelumnya menyuarakan kekhawatiran pada bulan Oktober menyusul kebocoran dua dokumen intelijen AS yang menguraikan potensi serangan Israel terhadap Iran.

Meskipun Departemen Pertahanan AS dan Kantor Direktur Intelijen Nasional menolak berkomentar tentang dokumen yang bocor, mereka tidak menyangkal keasliannya.

Kebocoran itu terjadi pada hari Jumat ketika saluran Telegram Middle East Spectator mengeklaim telah menerima dokumen tentang persiapan serangan Israel dari sumber dalam komunitas intelijen AS.

Saluran Telegram ini dikenal karena menerbitkan propaganda pro-Iran, dan akun Twitter terkaitnya menyatakan bahwa operatornya berbasis di Iran.

Setelah penangkapan Rahman, Mick Mulroy—mantan wakil asisten menteri pertahanan Amerika untuk Timur Tengah—menekankan bahwa pengamanan materi tersebut harus menjadi "prioritas tertinggi" bagi badan intelijen atau karyawannya.

"Sangat meresahkan mengetahui bahwa seorang petugas CIA mungkin terlibat dalam membocorkan informasi yang sangat rahasia ini," kata Mulroy, yang juga merupakan Peneliti Senior Non-Residen di MEI, kepada The New York Post.

"Setiap orang berhak atas praduga tak bersalah, tetapi jika benar, ini adalah pelanggaran keamanan yang serius dan tidak ada alasan untuk itu."

"Perlindungan ini penting untuk melindungi sumber dan metode pengumpulan intelijen dan operasi rahasia yang kami andalkan," imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Berita Terkini
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved