Trump Tunjuk Penentang Solusi 2 Negara sebagai Duta Besar AS untuk Israel
Rabu, 13 November 2024 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Ketika dia mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai Republik, Huckabee mengklaim, “Tidak ada yang namanya orang Palestina,” seraya menambahkan identitas nasional telah diciptakan sebagai “alat politik untuk mencoba memaksa tanah Israel menjauh dari wilayahnya.”
Huckabee telah menjadi pendukung vokal aneksasi Israel atas Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki.
"Saya pikir Israel memiliki sertifikat kepemilikan atas Yudea dan Samaria," ungkap dia kepada Politico pada tahun 2017, menggunakan istilah bahasa Ibrani untuk Tepi Barat yang diduduki.
Dia menekankan, "Ada beberapa kata yang tidak ingin saya gunakan. Tidak ada yang namanya Tepi Barat. Itu Yudea dan Samaria. Tidak ada yang namanya permukiman. Itu adalah komunitas, lingkungan, kota. Tidak ada yang namanya pendudukan."
Huckabee adalah seorang pendeta evangelis sebelum dia naik ke puncak politik Arkansas. Namun, ketertarikannya pada Israel dan Timur Tengah bermula dari perjalanannya ke wilayah tersebut saat dia berusia 17 tahun, bepergian melintasi Yunani, Suriah, dan Israel.
Dalam satu wawancara, Huckabee dengan senang hati menceritakan melihat "gadis-gadis Israel yang cantik berbikini, hanya pamer dan menggoda" saat dia tiba di Sungai Yordan.
Dia menolak mentah-mentah solusi dua negara untuk masalah Israel-Palestina, dengan mengatakan, “Untuk mencegah orang Yahudi Israel menjadi minoritas di satu negara, harus ada kepentingan agresif untuk membawa orang Yahudi dari seluruh dunia ke tanah air.”
Baca juga: Defisit Anggaran Israel Lebih dari Rp657 Triliun selama 12 Bulan Terakhir
Huckabee telah menjadi pendukung vokal aneksasi Israel atas Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki.
"Saya pikir Israel memiliki sertifikat kepemilikan atas Yudea dan Samaria," ungkap dia kepada Politico pada tahun 2017, menggunakan istilah bahasa Ibrani untuk Tepi Barat yang diduduki.
Dia menekankan, "Ada beberapa kata yang tidak ingin saya gunakan. Tidak ada yang namanya Tepi Barat. Itu Yudea dan Samaria. Tidak ada yang namanya permukiman. Itu adalah komunitas, lingkungan, kota. Tidak ada yang namanya pendudukan."
Huckabee adalah seorang pendeta evangelis sebelum dia naik ke puncak politik Arkansas. Namun, ketertarikannya pada Israel dan Timur Tengah bermula dari perjalanannya ke wilayah tersebut saat dia berusia 17 tahun, bepergian melintasi Yunani, Suriah, dan Israel.
Dalam satu wawancara, Huckabee dengan senang hati menceritakan melihat "gadis-gadis Israel yang cantik berbikini, hanya pamer dan menggoda" saat dia tiba di Sungai Yordan.
Dia menolak mentah-mentah solusi dua negara untuk masalah Israel-Palestina, dengan mengatakan, “Untuk mencegah orang Yahudi Israel menjadi minoritas di satu negara, harus ada kepentingan agresif untuk membawa orang Yahudi dari seluruh dunia ke tanah air.”
Baca juga: Defisit Anggaran Israel Lebih dari Rp657 Triliun selama 12 Bulan Terakhir
(sya)
Lihat Juga :