Rusia Sebut Laporan Trump Berbicara via Telepon dengan Putin Adalah Fiksi Murni

Senin, 11 November 2024 - 20:09 WIB
loading...
Rusia Sebut Laporan...
Kremlin sebut laporan Donald Trump berbicara dengan Putin via Presiden Vladimir Putin adalah fiksi. Foto/X
A A A
MOSKOW - Kremlin telah membantah laporan yang mengklaim bahwa Presiden terpilih AS Donald Trump telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di mana pemimpin Amerika tersebut dilaporkan mendesak Putin untuk tidak meningkatkan perang di Ukraina.

"Menyebut laporan media tersebut sebagai fiksi murni," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Dia Putin tidak memiliki rencana khusus untuk berbicara dengan Trump saat ini.

"Ini sama sekali tidak benar. Ini fiksi murni, ini hanya informasi palsu. Tidak ada percakapan," kata Peskov kepada wartawan.

"Ini adalah contoh paling jelas dari kualitas informasi yang dipublikasikan sekarang, terkadang bahkan dalam publikasi yang cukup bereputasi," kata Peskov.

Ketika ditanya apakah Putin punya rencana untuk melakukan kontak dengan Trump, Peskov berkata: "Belum ada rencana konkret."

The Washington Post pertama kali melaporkan bahwa Trump melakukan panggilan telepon dari perkebunannya di Mar-a-Lago, Florida, pada hari Kamis, beberapa hari setelah kemenangannya yang menakjubkan atas saingannya dari Partai Demokrat, Kamala Harris.

The Post, mengutip beberapa orang yang mengetahui panggilan telepon tersebut yang berbicara atas dasar anonimitas, melaporkan bahwa Trump mengingatkan Putin tentang kehadiran militer AS yang cukup besar di Eropa. Mereka mengatakan bahwa ia juga menyatakan minatnya untuk melakukan percakapan lebih lanjut guna membahas "penyelesaian perang Ukraina segera".

Baca Juga: NATO Selalu Berpikir Ulang Kirim Pasukan ke Ukraina, Apakah Takut dengan Senjata Nuklir Rusia?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Roy Suryo Siapkan Saksi...
Roy Suryo Siapkan Saksi Buktikan Penangkapannya Tidak Sesuai Aturan
Fenomena Baru Investasi:...
Fenomena Baru Investasi: Tokenisasi Aset Buka Akses ke Saham AS, Minat Investor RI Melonjak
Tiga Bank Asing Besar...
Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?
Berita Terkini
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved