5 Alasan Donald Trump Tak Akan Pernah Membela Palestina

Senin, 11 November 2024 - 15:24 WIB
loading...
A A A
Partai Republik, yang merupakan partai Trump, secara historis telah mendukung Israel. Hal ini membuat sikap Trump lebih konsisten dengan kebijakan luar negeri partai tersebut, yang cenderung pro-Israel.

Kebijakan ini juga berfungsi untuk memperkokoh basis dukungan Trump di kalangan pemilih Kristen konservatif yang memandang hubungan dengan Israel sebagai penting secara teologis.

4. Pengabaian Terhadap Solusi Dua Negara


Trump, melalui rencananya, secara efektif mengabaikan konsep solusi dua negara, yang telah menjadi kerangka dasar untuk penyelesaian konflik Israel-Palestina selama beberapa dekade.

Konsep ini berpendapat bahwa perdamaian yang abadi hanya dapat dicapai dengan mendirikan Negara Palestina yang merdeka di samping Israel.

Sebaliknya, Trump lebih memilih solusi yang sangat menguntungkan Israel, yang lebih menekankan pada penguatan Israel dan pengurangan hak-hak Palestina.

Langkah-langkah seperti pengakuan atas aneksasi wilayah Tepi Barat oleh Israel dan pemangkasan bantuan AS kepada Palestina semakin memperburuk hubungan antara pemerintah Trump dan Palestina.

5. Pengaruh Ekonomi dan Strategis


Israel juga memainkan peran penting dalam strategi ekonomi dan militer AS di Timur Tengah.

Dengan memihak kepada Israel, Trump mendukung kepentingan AS dalam hal aliansi militer, perdagangan, dan pengaruh di kawasan yang penuh ketegangan ini.

Hubungan ekonomi antara Israel dan AS telah terjalin erat, dengan perdagangan senjata dan teknologi yang saling menguntungkan.

Oleh karena itu, bagi Trump, mempertahankan dukungan terhadap Israel adalah bagian dari strategi geopolitik yang lebih luas, yang tidak termasuk dalam upaya untuk membela Palestina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved