Profil Israel Katz, Menteri Pertahanan Baru Israel yang Ingin Mengusir Bangsa Palestina dari Tepi Barat dan Gaza

Senin, 11 November 2024 - 17:05 WIB
loading...
Profil Israel Katz,...
Israel Katz menjadi menteri pertahanan baru Israel yang ingin mengusir bangsa Palestina dari Tepi Barat dan Gaza. Foto/X/ Al Jazeera English @AJEnglish
A A A
TEL AVIV - Dalam sebuah langkah mengejutkan dilakukan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberhentikan menteri pertahanannya, Yoav Gallant. Netanyahu menunjuk Israel Katz sebagai gantinya, yang jabatan urusan luar negerinya ia berikan kepada ketua partai Kanan Nasional Gideon Sa'ar.

Katz, yang telah menjabat sebagai menteri luar negeri sejak awal tahun ini, dikenal karena komentarnya yang blak-blakan dan sering kali bermusuhan terhadap Palestina dan PBB.

Siapa Israel Katz?

1. Putra Pemimpin Gerakan Zionis Global

Melansir Anadolu, lahir di kota pesisir Ashkelon pada tahun 1955 dari orang tua yang beremigrasi dari Rumania, Katz belajar di sekolah agama Or Etzion di bawah bimbingan Rabi Haim Drukman, seorang pemimpin terkemuka dalam gerakan Zionis keagamaan global.

Pada tahun 1973, Katz bergabung dengan tentara Israel, bertugas sebagai perwira di Brigade Parasut ke-890. Ia juga bertugas sebagai prajurit cadangan selama Perang Lebanon 1982.

2. Menjadi Anak Didik Ariel Sharon

Pada tahun 1984, ia menjadi wakil direktur di bawah Menteri Perindustrian dan Perdagangan saat itu, Ariel Sharon, sebuah posisi di mana Katz dilaporkan menjadi anak didik mantan pemimpin Israel tersebut. Sejak 1998, ia telah bertugas di Knesset, parlemen negara itu, mewakili partai Likud milik Netanyahu.

Sepanjang karier politiknya, Katz telah mempertahankan kebijakan ekstremis terhadap keberadaan Palestina di wilayah pendudukan, secara terbuka mendukung perluasan permukiman di Tepi Barat dan menentang solusi dua negara.

3. Pernah Memiliki Catatan Kriminal

Pada akhir 1980-an, saat menjabat sebagai wakil direktur di Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Katz menghadapi tuduhan penipuan dan pelanggaran kepercayaan. Tuduhan tersebut bermula dari sebuah insiden di mana Katz, yang SIM-nya ditangguhkan, membujuk seorang pengemudi kantor untuk memberikan kesaksian palsu bahwa dialah yang mengemudi. Meskipun Katz mengaku bersalah, tuduhan penipuan dan pelanggaran kepercayaan akhirnya dibatalkan.

Pada tahun 2009, Jaksa Agung saat itu Menachem Mazuz memutuskan untuk menutup penyelidikan terhadap pengangkatan politik yang dilakukan Katz saat mengepalai Kementerian Pertanian (2003–2006), meskipun ada rekomendasi polisi untuk mendakwanya atas penipuan dan pelanggaran kepercayaan.

Sejak saat itu, Katz telah memegang beberapa jabatan menteri di bawah Netanyahu, termasuk jabatan sebelumnya sebagai menteri luar negeri pada tahun 2019-2020. Ia juga menjabat sebagai menteri keuangan pada tahun 2020-2022 dan transportasi pada tahun 2009–2019. Pada bulan Januari 2023, ia diangkat menjadi menteri energi dan infrastruktur sebelum pindah ke Kementerian Luar Negeri pada tanggal 1 Januari tahun ini.

Baca Juga: Brigade al-Qassam Hamas Bantai 15 Tentara Israel dalam Pertempuran Jarak Dekat

4. Mendorong Pengusiran Warga Palestina dari Tepi Barat

Melansir Anadolu, selama masa jabatannya sebagai menteri luar negeri, Katz dikenal karena pendekatannya yang agresif, menghindari bahasa diplomatik demi pernyataan provokatif tentang tokoh-tokoh internasional.

Pada bulan Agustus, ia menyerukan "pengusiran" warga Palestina dari kota-kota dan kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki, mirip dengan tindakan baru-baru ini di Gaza. Katz berpendapat, "Ini adalah perang di semua lini, dan kita harus memenangkannya."

Ia mengusulkan evakuasi sementara penduduk kamp-kamp seperti Jenin untuk fokus pada pembongkaran apa yang disebutnya sebagai "infrastruktur teror" di sana, menggemakan tindakan yang diambil di Gaza.

5. Ingin Mengusir Warga Palestina dari Gaza

Pada bulan Februari 2024, Katz mengusulkan pembangunan pulau buatan di lepas pantai Gaza untuk merelokasi penduduk Palestina, menggantikan mereka dengan pemukim Yahudi.

Kementerian Luar Negeri Israel kemudian membantah bahwa ini adalah maksud dari proposal tersebut, yang dilaporkan diajukan Katz kepada rekan-rekannya di Eropa. Disebutkan bahwa idenya adalah untuk membangun pelabuhan di pulau buatan yang diusulkan di lepas pantai Gaza.

6. Memusuhi Badan-badan PBB

Katz juga memimpin upaya untuk mengkriminalisasi Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).

Dia mendukung kampanye yang berpuncak pada pemungutan suara Knesset baru-baru ini untuk melarang badan tersebut di wilayah Palestina.

7. Pernah Bersitegang dengan Sekjen PBB

Bulan lalu, Katz menyatakan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebagai “persona non grata” di Israel, menuduhnya sebagai antisemitisme setelah Guterres diduga gagal untuk “mengutuk dengan tegas” serangan rudal Iran terhadap Israel.

Israel terus melancarkan serangan dahsyat di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, menewaskan hampir 43.400 orang dan membuat daerah kantong itu hampir tidak dapat dihuni.

Israel menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di daerah kantong yang diblokade itu.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Berita Terkini
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Infografis
3 Penyebab Para Jenderal...
3 Penyebab Para Jenderal Israel Sudah Tak Ingin Serang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved