PM Israel Netanyahu Akui Setujui Serangan Bom Pager yang Tewaskan Hampir 40 Orang di Lebanon

Senin, 11 November 2024 - 09:30 WIB
loading...
PM Israel Netanyahu...
PM Israel Benjamin Netanyahu akui menyetujui serangan bom pager yang menewaskan hampir 40 orang di Lebanon pada September lalu. Foto/Kenny Holston/The New York Times
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah mengonfirmasi bahwa dirinya menyetujui serangan bom pager yang menewaskan hampir 40 orang di Lebanon pada September lalu.

Pada 17 dan 18 September, ribuan pageryang telah dipasangi perangkat peledak rahasia meledak di wilayah Lebanon yang menjadi basis Hizbullah.

Selain menewaskan hampir 40 orang, ledakan serentak itu juga melukai sekitar 3.000 orang lainnya.

"Netanyahu mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa dia menyetujui operasi pager di Lebanon," kata juru bicaranya, Omer Dostri, kepada kantor berita AFP, Senin (11/11/2024).

Baca Juga: Tentara Israel Bakar Bendera Lebanon Sambil Nyanyikan Lagu Keagamaan saat Perang

Beberapa anggota Hizbullah yang terluka dilaporkan kehilangan jari-jari mereka, sementara beberapa lainnya kehilangan penglihatan.

Hizbullah telah menyebut ledakan itu sebagai "pelanggaran Israel" terhadap jaringan komunikasinya dan bersumpah untuk membalas serangan tersebut.

Pager digunakan oleh anggota Hizbullah sebagai sarana komunikasi berteknologi rendah untuk menghindari pelacakan lokasi oleh Israel.

Ledakan itu terjadi beberapa jam setelah Israel mengumumkan akan memperluas tujuan perang yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober untuk mencakup pertempurannya melawan sekutu kelompok itu, Hizbullah, di sepanjang perbatasan negara itu dengan Lebanon.

Minggu ini, Lebanon telah mengajukan keluhan kepada PBB atas serangan mematikan itu, menyebutnya sebagai "perang yang mengerikan terhadap kemanusiaan".

Israel dan Hizbullah telah bertempur di seberang perbatasan Lebanon sejak perang di Gaza pecah setelah Hamas menyerang kota-kota Israel pada 7 Oktober tahun lalu.

Sejak itu, beberapa milisi Hizbullah, termasuk mantan kepala kelompok tersebut, Hassan Nasrallah, telah tewas.

Bulan lalu, tentara Israel juga mengonfirmasi bahwa mereka "melenyapkan" Hashem Safieddine dari Hizbullah, yang tampaknya merupakan penerus Nasrallah, dalam sebuah serangan di Beirut selatan.

Pada hari Kamis, Israel melancarkan serangan udara terhadap benteng utama Hizbullah di Beirut selatan, dengan satu serangan menghantam area dekat satu-satunya bandara internasional Lebanon—yang menyebabkan kerusakan kecil pada beberapa bangunan bandara, termasuk tempat maskapai penerbangan nasional Middle East Airlines.

Sejak Oktober tahun lalu, lebih dari 3.000 orang telah tewas dalam serangan Israel di Lebanon.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
Panas! Trump Ancam Serang...
Panas! Trump Ancam Serang Fasilitas Minyak Iran di Pulau Kharg
Rekomendasi
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Seluruh Member NCT 127...
Seluruh Member NCT 127 Perpanjang Kontrak dengan SM Entertainment, Fans Lega
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved