Putin Akhirnya Ucapkan Selamat pada Trump: Dia Ternyata Pria Pemberani!

Jum'at, 08 November 2024 - 08:34 WIB
loading...
Putin Akhirnya Ucapkan...
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) akhirnya mengucapkan selamat kepada presiden terpilih AS Donald Trump atas kemenangannya dalam Pemilu Amerika. Foto/BBC
A A A
SOCHI - Presiden Rusia Vladimir Putin akhirnya mengucapkan selamat kepada presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas kemenangannya dalam pemilihan umum (Pemilu).

Sebelumnya, pemimpin Rusia itu terkesan enggan mengomentari Pemilu AS dan mengucapkan selamat kepada Trump ketika para pemimpin dunia lainnya melakukannya.

Putin mengatakan bahwa dia siap untuk berbicara dengan Trump dan menggambarkan politisi Partai Republik itu sebagai pria pemberani atas tindakannya selama percobaan pembunuhan pada bulan Juli.

Baca Juga: Donald Trump Janji Hentikan Perang usai Menang Pilpres AS, Ini Respons Rusia

Ucapan selamat disampaikan Putin dalam pidato di sebuah forum internasional di Sochi pada Kamis.

"Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengucapkan selamat atas terpilihnya dia sebagai presiden Amerika Serikat," kata Putin.

"Apa yang dikatakan Trump tentang keinginan untuk memulihkan hubungan dengan Rusia, untuk membantu mengakhiri krisis Ukraina, menurut pendapat saya, setidaknya patut mendapat perhatian," lanjut Putin.

Pemimpin Kremlin itu lebih lanjut memuji Trump atas tindakannya selama percobaan pembunuhan pada Juli lalu, yang menurutnya telah memberikan kesan yang mendalam.

"Dia ternyata seorang pria pemberani," puji Putin, seperti dikutip Sky News, Jumat (8/11/2024).

"Dan ini bukan hanya tentang mengangkat tangan dan seruan untuk memperjuangkan cita-citanya dan cita-cita bersama mereka," paparnya.

"Menurut pendapat saya, dia berperilaku dengan sangat benar, berani, seperti seorang pria," imbuh Putin.

Sebelum ucapan selamat datang dari Putin, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengisyaratkan pemimpin Rusia dan Trump dapat saling menghubungi sebelum 20 Januari 2025, saat Trump memangku jabatan di Oval Office Gedung Putih.

"Komunikasi Putin dengan Trump sebelum pelantikan tidak dikesampingkan. Kremlin melanjutkan dari pernyataan presiden terpilih AS," kata Peskov.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Babak Kedua Prancis...
Babak Kedua Prancis vs Irak Tertunda Akibat Badai Petir
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Berita Terkini
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved