Kamala Harris Beri Selamat Donald Trump Menang Pilpres AS, tapi...
Kamis, 07 November 2024 - 07:52 WIB
loading...
A
A
A
"Saya akan menutup pidato dengan ini. Hanya ketika hari sudah cukup gelap, Anda dapat melihat bintang-bintang. Saya tahu banyak orang merasa kita memasuki masa gelap. Mari kita penuhi langit dengan cahaya miliaran bintang, cahaya kebenaran, optimisme, dan pengabdian," katanya.
"Hasil Pemilu ini bukanlah yang kita inginkan, bukan yang kita perjuangkan, bukan yang kita pilih, tetapi dengarkan saya ketika saya mengatakan bahwa cahaya janji Amerika akan selalu bersinar terang selama kita tidak pernah menyerah dan selama kita terus berjuang," katanya kepada para pendukung.
"Kita harus menerima hasil Pemilu ini. Sebelumnya hari ini, saya berbicara dengan Presiden terpilih Trump dan mengucapkan selamat atas kemenangannya," kata Harris kepada para pendukungnya dalam pidato pengakuan kekalahan di Universitas Howard di Washington.
"Saya juga mengatakan kepadanya bahwa kami akan membantu dia dan timnya dalam masa transisi, dan bahwa kami akan terlibat dalam pengalihan kekuasaan secara damai," katanya, seperti dikutip dari NDTV, Kamis (7/11/2024).
Kemenangan Trump, setelah salah satu kampanye paling bermusuhan dalam sejarah AS modern, menjadi semakin luar biasa mengingat adanya hukuman pidana yang belum pernah terjadi sebelumnya, upaya pembunuhan yang nyaris gagal, dan peringatan dari mantan kepala staf bahwa dia adalah seorang "fasis".
Trump tidak pernah mengakui kekalahan empat tahun lalu ketika para pendukungnya menyerbu Gedung Capitol AS.
"Hasil Pemilu ini bukanlah yang kita inginkan, bukan yang kita perjuangkan, bukan yang kita pilih, tetapi dengarkan saya ketika saya mengatakan bahwa cahaya janji Amerika akan selalu bersinar terang selama kita tidak pernah menyerah dan selama kita terus berjuang," katanya kepada para pendukung.
"Kita harus menerima hasil Pemilu ini. Sebelumnya hari ini, saya berbicara dengan Presiden terpilih Trump dan mengucapkan selamat atas kemenangannya," kata Harris kepada para pendukungnya dalam pidato pengakuan kekalahan di Universitas Howard di Washington.
"Saya juga mengatakan kepadanya bahwa kami akan membantu dia dan timnya dalam masa transisi, dan bahwa kami akan terlibat dalam pengalihan kekuasaan secara damai," katanya, seperti dikutip dari NDTV, Kamis (7/11/2024).
Kemenangan Trump, setelah salah satu kampanye paling bermusuhan dalam sejarah AS modern, menjadi semakin luar biasa mengingat adanya hukuman pidana yang belum pernah terjadi sebelumnya, upaya pembunuhan yang nyaris gagal, dan peringatan dari mantan kepala staf bahwa dia adalah seorang "fasis".
Trump tidak pernah mengakui kekalahan empat tahun lalu ketika para pendukungnya menyerbu Gedung Capitol AS.
Lihat Juga :