Pilpres AS Memang Beda! Berikut 8 Keunikan Electoral College yang Selalu Jadi Kontroversi

Rabu, 06 November 2024 - 13:25 WIB
loading...
A A A
Hanya tiga presiden lain yang terpilih tanpa memenangkan suara terbanyak, semuanya pada abad ke-19.

Baca Juga: HT Dukung Donald Trump Menang Pilpres AS, Bagikan Momen Spesial di Mar-a-Lago

4. Mengapa disebut electoral college?

Kata "college" mengacu pada sekelompok orang yang bertanggung jawab untuk memberikan suara negara bagian, yang dikenal sebagai elektor.

Sistem ini hanya digunakan untuk memilih presiden - semua pemilihan AS lainnya diputuskan oleh suara terbanyak sederhana.

5. Seperti Apa Peta Electoral College?

Apakah elektor harus memilih kandidat yang menang di negara bagian mereka? Di beberapa negara bagian, elektor secara teoritis dapat memilih kandidat mana pun yang mereka sukai, terlepas dari siapa yang didukung pemilih.

Namun dalam praktiknya, elektor hampir selalu memilih kandidat yang memperoleh suara terbanyak.

Jika seorang elektor memberikan suara menentang pilihan presiden negara bagian mereka, mereka disebut "tidak setia".

Pada tahun 2016, tujuh suara elektoral diberikan dengan cara ini, tetapi hal itu tidak mengubah hasil pemilihan.

Di beberapa negara bagian, elektor yang "tidak setia" dapat didenda atau dituntut.

6. Bagaimana Kalau Seri?

Jika tidak ada pemenang mayoritas, DPR, majelis rendah anggota parlemen AS, memberikan suara untuk memilih presiden.

Ini hanya terjadi satu kali, pada tahun 1824, ketika empat kandidat membagi suara elektoral, sehingga tidak ada satu pun dari mereka yang memperoleh suara mayoritas.

Mengingat dominasi partai Republik dan Demokrat saat ini, hal ini sangat tidak mungkin terjadi saat ini.

7. Sudah Jasi Konstitusi AS sejak 1787

Ketika konstitusi AS disusun pada tahun 1787, pemungutan suara rakyat secara nasional untuk memilih presiden hampir tidak mungkin dilakukan karena ukuran negara dan kurangnya metode komunikasi yang andal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Berita Terkini
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved