Khamenei Jamin Israel dan AS Akan Terima Balasan yang Menghancurkan
Sabtu, 02 November 2024 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga merujuk pada pengambilalihan kedutaan AS, dengan mengatakan bahwa itu bukan sekadar tempat untuk aktivitas diplomatik dan intelijen, melainkan markas besar untuk merencanakan penghancuran Revolusi Islam.
Mahasiswa Iran mengambil alih kedutaan di Teheran, yang juga dikenal di Iran sebagai “Sarang Spionase,” kurang dari setahun setelah Revolusi Islam menggulingkan kediktatoran Pahlavi yang didukung AS pada tahun 1979.
Setiap tahun pada hari ke-13 bulan Aban Iran, bangsa Iran, khususnya para mahasiswa, memperingati peristiwa tersebut dengan menggelar unjuk rasa di seluruh negeri, menyerukan kepada semua Muslim dan negara-negara yang mencari kebebasan untuk melawan kekuatan arogan dan tidak menyerah pada intimidasi mereka.
“Bagi bangsa Iran, yang terinspirasi oleh ajaran Islam, melawan penindasan adalah kewajiban. Menghadapi kesombongan adalah kewajiban. Arogansi berarti dominasi ekonomi, militer, dan budaya yang menyeluruh serta penghinaan terhadap bangsa-bangsa,” kata Ayatollah Khamenei.
Ia menambahkan bahwa rakyat Iran telah dipermalukan selama bertahun-tahun dan, oleh karena itu, tentu akan melanjutkan perjuangan mereka melawan arogansi global.
Ayatollah Khamenei menekankan bahwa gerakan bangsa Iran yang rasional, bijaksana, dan logis, yang selaras dengan prinsip-prinsip kemanusiaan, Islam, dan internasional dalam menghadapi arogansi, harus terus berlanjut.
Baca Juga: AS Siagakan Pesawat Pengebom di Timur Tengah, Ada Apa Gerangan?
“Kelanjutan jalan bangsa Iran dalam menghadapi arogansi membutuhkan pengetahuan, pemikiran, teknologi, dan peta jalan,” kata Pemimpin tersebut.
Mahasiswa Iran mengambil alih kedutaan di Teheran, yang juga dikenal di Iran sebagai “Sarang Spionase,” kurang dari setahun setelah Revolusi Islam menggulingkan kediktatoran Pahlavi yang didukung AS pada tahun 1979.
Setiap tahun pada hari ke-13 bulan Aban Iran, bangsa Iran, khususnya para mahasiswa, memperingati peristiwa tersebut dengan menggelar unjuk rasa di seluruh negeri, menyerukan kepada semua Muslim dan negara-negara yang mencari kebebasan untuk melawan kekuatan arogan dan tidak menyerah pada intimidasi mereka.
“Bagi bangsa Iran, yang terinspirasi oleh ajaran Islam, melawan penindasan adalah kewajiban. Menghadapi kesombongan adalah kewajiban. Arogansi berarti dominasi ekonomi, militer, dan budaya yang menyeluruh serta penghinaan terhadap bangsa-bangsa,” kata Ayatollah Khamenei.
Ia menambahkan bahwa rakyat Iran telah dipermalukan selama bertahun-tahun dan, oleh karena itu, tentu akan melanjutkan perjuangan mereka melawan arogansi global.
Ayatollah Khamenei menekankan bahwa gerakan bangsa Iran yang rasional, bijaksana, dan logis, yang selaras dengan prinsip-prinsip kemanusiaan, Islam, dan internasional dalam menghadapi arogansi, harus terus berlanjut.
Baca Juga: AS Siagakan Pesawat Pengebom di Timur Tengah, Ada Apa Gerangan?
“Kelanjutan jalan bangsa Iran dalam menghadapi arogansi membutuhkan pengetahuan, pemikiran, teknologi, dan peta jalan,” kata Pemimpin tersebut.
Lihat Juga :