Bagaimana Cara Kerja Orang Yahudi di Israel Bekerja untuk Intelijen Iran?
Minggu, 27 Oktober 2024 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
“Fenomena pengkhianat negara yang membahayakan keamanan Israel demi uang sementara kita berjuang demi masa depan kita dalam perang eksistensial menuntut tindakan yang paling keras, termasuk undang-undang yang mengizinkan hukuman mati bagi mereka yang membantu musuh di masa perang,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Hukum pidana Israel sudah mencakup hukuman mati, tetapi hanya untuk kasus yang sangat jarang, salah satunya adalah pengkhianatan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Shin Bet telah mengumumkan serangkaian dugaan rencana Iran, termasuk beberapa di antaranya yang dilakukan Teheran untuk mengelabui warga Israel secara daring agar menjalankan misi.
Pada hari Selasa, pihak berwenang mengumumkan bahwa mereka telah menangkap tujuh orang mata-mata Iran yang terpisah, yang satu ini di Yerusalem Timur, yang diduga telah melakukan pembunuhan terhadap seorang ilmuwan nuklir Israel serta wali kota sebuah kota besar di Israel tengah.
Pada bulan September, seorang pria dari kota selatan Ashkelon ditangkap atas tuduhan bahwa ia diselundupkan ke Iran dua kali dan menerima pembayaran untuk melaksanakan misi atas nama Teheran, dan direkrut untuk membunuh perdana menteri Israel, menteri pertahanan, atau kepala Shin Bet.
Kemudian, pada tanggal 14 Oktober, seorang pria dan rekannya yang berusia 18 tahun, keduanya dari Ramat Gan, ditangkap atas tuduhan melakukan berbagai tindakan sabotase dan vandalisme atas nama agen Iran.
Pada tanggal 16 Oktober, Kepolisian Israel dan Kantor Kejaksaan Negara mengumumkan penangkapan seorang pria dari Israel bagian tengah, yang diduga memperoleh senjata untuk membunuh seorang ilmuwan Israel atas perintah agen Iran, setelah melakukan beberapa tugas kecil atas nama agen tersebut.
Kasus-kasus tersebut muncul setelah pihak berwenang pada bulan Januari mengungkap sebuah skema yang melibatkan warga Israel yang diduga direkrut untuk mengumpulkan informasi intelijen tentang tokoh-tokoh penting.
Hukum pidana Israel sudah mencakup hukuman mati, tetapi hanya untuk kasus yang sangat jarang, salah satunya adalah pengkhianatan.
6. Dibayar Rp4,7 Miliar
Sebagai imbalan atas tindakan mereka, para tersangka dibayar USD300.000 atau Rp4,7 miliar, termasuk kompensasi untuk pengeluaran peralatan seperti kamera dan telepon. Uang tersebut awalnya ditransfer melalui agen valuta asing dan kemudian dikirim sebagai mata uang kripto. Tidak ada penukar uang yang disebutkan dalam dakwaan.Dalam beberapa bulan terakhir, Shin Bet telah mengumumkan serangkaian dugaan rencana Iran, termasuk beberapa di antaranya yang dilakukan Teheran untuk mengelabui warga Israel secara daring agar menjalankan misi.
Pada hari Selasa, pihak berwenang mengumumkan bahwa mereka telah menangkap tujuh orang mata-mata Iran yang terpisah, yang satu ini di Yerusalem Timur, yang diduga telah melakukan pembunuhan terhadap seorang ilmuwan nuklir Israel serta wali kota sebuah kota besar di Israel tengah.
Pada bulan September, seorang pria dari kota selatan Ashkelon ditangkap atas tuduhan bahwa ia diselundupkan ke Iran dua kali dan menerima pembayaran untuk melaksanakan misi atas nama Teheran, dan direkrut untuk membunuh perdana menteri Israel, menteri pertahanan, atau kepala Shin Bet.
Kemudian, pada tanggal 14 Oktober, seorang pria dan rekannya yang berusia 18 tahun, keduanya dari Ramat Gan, ditangkap atas tuduhan melakukan berbagai tindakan sabotase dan vandalisme atas nama agen Iran.
Pada tanggal 16 Oktober, Kepolisian Israel dan Kantor Kejaksaan Negara mengumumkan penangkapan seorang pria dari Israel bagian tengah, yang diduga memperoleh senjata untuk membunuh seorang ilmuwan Israel atas perintah agen Iran, setelah melakukan beberapa tugas kecil atas nama agen tersebut.
Kasus-kasus tersebut muncul setelah pihak berwenang pada bulan Januari mengungkap sebuah skema yang melibatkan warga Israel yang diduga direkrut untuk mengumpulkan informasi intelijen tentang tokoh-tokoh penting.
(ahm)
Lihat Juga :