Duduk Perkara Putra Pendiri Singapura Kabur ke Inggris: Seteru Keluarga Jadi Masalah Negara
Kamis, 24 Oktober 2024 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sebuah unggahan Facebook pada hari Selasa, Lee Hsien Yang mengatakan bahwa dia mencari suaka pada tahun 2022 "sebagai pilihan terakhir", yang diberikan Inggris kepadanya pada bulan Agustus lalu.
"Serangan pemerintah Singapura terhadap saya sudah menjadi catatan publik. Mereka menuntut anak saya, mengajukan tuntutan disiplin terhadap istri saya, dan meluncurkan penyelidikan polisi palsu yang telah berlangsung selama bertahun-tahun," tulisnya, seraya menambahkan bahwa dia tidak dapat kembali ke rumah untuk menghadiri pemakaman saudara perempuannya sebagai akibatnya.
“Berdasarkan fakta-fakta ini, Inggris telah menetapkan bahwa saya menghadapi risiko penganiayaan yang beralasan dan tidak dapat kembali ke Singapura dengan aman," imbuh dia, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (24/10/2024).
Pemerintah Singapura mengatakan klaim penganiayaan itu tidak berdasar.
Sedangkan pemerintah Inggris tidak berkomentar.
The Guardian menerbitkan wawancara dengan Lee Hsien Yang pada hari Selasa di mana dia mengkritik keras pemerintah Singapura dan menuduhnya memfasilitasi pencucian uang.
“Dunia perlu melihat lebih dekat, untuk melihat peran Singapura sebagai fasilitator utama untuk perdagangan senjata, untuk uang kotor, untuk uang narkoba, dan untuk uang kripto,” tulis surat kabar itu mengutip ucapannya.
"Serangan pemerintah Singapura terhadap saya sudah menjadi catatan publik. Mereka menuntut anak saya, mengajukan tuntutan disiplin terhadap istri saya, dan meluncurkan penyelidikan polisi palsu yang telah berlangsung selama bertahun-tahun," tulisnya, seraya menambahkan bahwa dia tidak dapat kembali ke rumah untuk menghadiri pemakaman saudara perempuannya sebagai akibatnya.
“Berdasarkan fakta-fakta ini, Inggris telah menetapkan bahwa saya menghadapi risiko penganiayaan yang beralasan dan tidak dapat kembali ke Singapura dengan aman," imbuh dia, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (24/10/2024).
Pemerintah Singapura mengatakan klaim penganiayaan itu tidak berdasar.
Sedangkan pemerintah Inggris tidak berkomentar.
The Guardian menerbitkan wawancara dengan Lee Hsien Yang pada hari Selasa di mana dia mengkritik keras pemerintah Singapura dan menuduhnya memfasilitasi pencucian uang.
“Dunia perlu melihat lebih dekat, untuk melihat peran Singapura sebagai fasilitator utama untuk perdagangan senjata, untuk uang kotor, untuk uang narkoba, dan untuk uang kripto,” tulis surat kabar itu mengutip ucapannya.
Lihat Juga :