Iran Ungkap Kemampuan Lemahkan Serangan Israel terhadap Fasilitas Nuklir

Rabu, 23 Oktober 2024 - 07:01 WIB
loading...
Iran Ungkap Kemampuan...
Sistem pertahanan udara dan rudal gerak Iran, Dey-9. Foto/X/@IranDefense
A A A
TEHERAN - Rencana Israel membalas Teheran setelah serangan rudal Iran pada 1 Oktober dilaporkan telah mengalami serangkaian revisi, dengan rencana awal menyerang fasilitas minyak atau nuklir Iran dilaporkan ditukar dengan target militer.

Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) meluncurkan penyelidikan setelah penilaian rahasia tentang rencana perang Israel bocor secara online.

Iran memiliki sarana, baik militer maupun diplomatik, untuk melindungi infrastruktur pentingnya, termasuk program energi nuklirnya yang damai, menurut Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

“Menyerang situs nuklir adalah kejahatan internasional yang besar; bahkan mengancam situs nuklir adalah kejahatan… Untuk mempertahankan diri dan situs nuklir kami, kami memiliki alat dan metode kami sendiri, dan kami mengandalkannya,” tegas Araghchi pada Selasa (22/10/2024) dalam konferensi pers di Kota Kuwait di tengah lawatan diplomatiknya yang luas di kawasan tersebut.

“Israel tidak pernah berhenti melakukan segala bentuk kejahatan hingga saat ini. Sayangnya, kekejaman seperti itu terus berlanjut dengan dukungan Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa,” ujar Araghchi.

Dia memperingatkan, “Jika infrastruktur penting kita diserang, musuh Zionis tahu apa yang dapat kita lakukan sebagai tanggapan.”

Menteri luar negeri menambahkan, “Teman-teman Iran di kawasan telah memberi kita jaminan bahwa mereka tidak akan membiarkan tanah maupun wilayah udara mereka digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran, dan telah menyatakan penentangan mereka terhadap serangan apa pun terhadap Iran dan fasilitas nuklirnya.”

“Kami memantau dengan saksama pergerakan pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan itu dan mengetahui semua pergerakan dan penerbangan mereka. Jika Israel menyerang Iran dalam bentuk apa pun, Iran akan menanggapi dengan format yang sama,” tegas Araghchi.

Diplomat tertinggi Iran itu tidak menjelaskan lebih lanjut tentang cara-cara yang dimiliki Republik Islam untuk melawan agresi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Terungkap! Pesawat Hantam...
Terungkap! Pesawat Hantam Gedung di China Sebelumnya Nyaris Tabrak Pesawat Airbus A330
Rekomendasi
Dua Atlet Utusan IFeL...
Dua Atlet Utusan IFeL Bawa Indonesia Juara eFootball China Invitational 2026
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Sulhu dan Islah: Sebuah...
Sulhu dan Islah: Sebuah Refleksi
Berita Terkini
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved