Kepada Putin, Trump Pernah Ancam Akan Menyerang Moskow

Senin, 21 Oktober 2024 - 18:20 WIB
loading...
Kepada Putin, Trump...
Mantan Presiden AS Donald Trump pernah mengancam Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/X/@bobo123x
A A A
WASHINGTON - Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump mengklaim bahwa ia mengancam akan menyerang Moskow jika Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan serangan ke Ukraina.

Ketika ditanya dalam wawancara dengan Wall Street Journal apakah ia akan menggunakan kekuatan militer untuk menanggapi potensi blokade Taiwan oleh Beijing, Trump mengatakan ia tidak perlu melakukannya, karena mitranya dari China, Xi Jinping, "menghormati saya dan ia tahu saya gila."

Beralih ke Rusia, Trump mengatakan hal yang sama berlaku untuk Putin, yang ia klaim memiliki hubungan yang sangat baik dengannya.

Ia menambahkan bahwa pada satu titik, ia mengatakan kepadanya: “Vladimir, jika kau mengejar Ukraina, aku akan memukulmu begitu keras, kau bahkan tidak akan mempercayainya. Aku akan memukulmu tepat di tengah-tengah Moskow... Kita berteman. Aku tidak ingin melakukannya, tetapi aku tidak punya pilihan.”

Menurut mantan presiden itu, Putin bereaksi dengan tidak percaya, dengan mengatakan “tidak mungkin.” “Tidak mungkin,” jawab Trump.

“Kau akan dipukul begitu keras, dan aku akan mencopot kubah-kubah sialan itu dari kepalamu,” katanya, yang tampaknya merujuk pada kediaman pemimpin Rusia itu di Kremlin.

Baca Juga: Tulisan Pempek Palembang Terpampang di Tank Rusia

Masa jabatan Trump berakhir pada awal 2021, lebih dari setahun sebelum dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina.

Putin terakhir kali berbicara dengan Trump pada 2020, menurut catatan publik. Namun, jurnalis Amerika Bob Woodward mengklaim bahwa keduanya telah melakukan "mungkin sebanyak tujuh" percakapan sejak Trump meninggalkan Gedung Putih. Baik Kremlin maupun tim kampanye Trump telah membantah klaim tersebut.

Mantan presiden AS tersebut telah berulang kali mengatakan bahwa konflik Rusia-Ukraina tidak akan terjadi jika ia masih menjabat, dan telah berjanji untuk mengakhirinya dalam waktu 24 jam jika terpilih.

Meskipun ia hanya memberikan sedikit rincian tentang rencana perdamaian yang potensial, pasangannya, J.D. Vance, mengatakan Trump dapat memulai pembicaraan dengan Rusia, Ukraina, dan pemangku kepentingan Eropa untuk membangun zona demiliterisasi di sepanjang garis depan saat ini, dengan Kiev setuju untuk tidak bergabung dengan NATO.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Ditolak AS, Omar Artan...
Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya
Rekomendasi
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved