Korut Sokong Rusia dalam Perang Ukraina, Zelensky Minta Respons Dunia

Senin, 21 Oktober 2024 - 10:36 WIB
loading...
Korut Sokong Rusia dalam...
Presiden Volodymyr Zelensky meminta respons dunia internasional atas keterlibatan Korea Utara membantu Rusia dalam perangnya melawan Ukraina. Foto/Screengrab video X @ZelenskyyUa
A A A
KYIV - Presiden Volodymyr Zelensky meminta dunia international merespons atas keterlibatan Korea Utara (Korut) membantu Rusia dalam perangnya melawan Ukraina.

Berbicara dalam pidato video Minggu malam, Zelensky mengatakan ada banyak bukti satelit dan video bahwa Korea Utara tidak hanya mengirim peralatan ke Rusia, tetapi juga tentara untuk dipersiapkan untuk pengerahan.

"Saya berterima kasih kepada para pemimpin dan perwakilan negara yang tidak menutup mata dan berbicara terus terang tentang kerja sama ini demi perang yang lebih besar," katanya.

Baca Juga: 1.500 Pasukan Khusus Korea Utara Segera Dikirim ke Medan Perang Melawan Ukraina

"Kami mengharapkan reaksi yang normal, jujur, dan kuat dari mitra kami mengenai hal ini," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Senin (21/10/2024).

Zelensky mengatakan keterlibatan Korea Utara yang lebih besar hanya akan merugikan semua orang.

"Sayangnya, ketidakstabilan dan ancaman dapat meningkat secara signifikan setelah Korea Utara dilatih untuk peperangan modern," katanya.

"Jika dunia tetap diam sekarang dan kita harus melibatkan tentara dari Korea Utara di garis depan dengan cara yang sama seperti kita harus mempertahankan diri dari pesawat nirawak Shahed (Iran), ini tentu tidak akan menguntungkan siapa pun di dunia dan hanya akan memperpanjang perang," papar Zelensky.

"Tindakan Korea Utara berarti pada dasarnya negara lain memasuki perang melawan Ukraina," imbuh dia.

Zelensky pada pekan lalu menuduh Korea Utara mengerahkan perwira bersama Rusia dan bersiap mengirim ribuan tentara untuk membantu upaya perang Moskow.

Badan mata-mata Korea Selatan mengatakan pada hari Jumat bahwa Korea Utara telah mengirim 1.500 pasukan khusus ke Timur Jauh Rusia untuk pelatihan.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia tidak dapat mengonfirmasi laporan bahwa Korea Utara telah mengirim pasukan ke Rusia sebelum kemungkinan pengerahan, tetapi mengatakan langkah seperti itu akan mengkhawatirkan, jika benar.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan pada hari Kamis tidak ada bukti kehadiran Pyongyang pada tahap ini.

Keterlibatan pasukan reguler Korea Utara untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina akan menjadi eskalasi perang yang serius, kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot dan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha dalam konferensi pers bersama di Kyiv pada Sabtu pekan lalu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak Tak Ingin Iran Bangkit dari Puing-Puing Kehancuran
Rekomendasi
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved