7 Strategi Hamas Selepas Kematian Yahya Sinwar

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 16:05 WIB
loading...
A A A
"Hamas tidak akan bergerak cepat saat ini untuk memilih kepala biro politik," kata Thabet al-Amour, seorang analis politik di Gaza. Ia mencatat bahwa Khalil al-Hayya, wakil Sinwar yang berkantor di Qatar, sudah mengelola urusan eksekutif dan dapat terus melakukannya.

Abu Amer setuju bahwa Hamas mungkin memilih untuk tetap menjalankan "formula kepemimpinan kolektif" saat ini. Kemungkinan lain, katanya, adalah pemilihan salah satu dari tiga pemimpin regional: al-Hayya, yang bertanggung jawab atas Gaza; Zaher Jibril, yang bertanggung jawab atas Tepi Barat; atau Khaled Mashaal, yang bertanggung jawab atas wilayah di luar wilayah Palestina.

Kelompok itu juga dapat memilih seorang pemimpin tanpa mengumumkan nama tersebut secara terbuka "demi alasan keamanan," katanya.

Baca Juga: Gagal Ciptakan Perdamaian, PBB Tak Bisa Cegah Perang Dunia III

5. Pemimpin di Luar Gaza Lebih Aman

Jika Hamas menunjuk pengganti Sinwar, Khaled Mashaal dan Khalil al-Hayya, keduanya anggota kepemimpinan politik Hamas yang berbasis di Qatar, secara luas dianggap sebagai pesaing yang paling mungkin.

Al-Hayya pernah menjabat sebagai wakil Sinwar dan sebagai kepala delegasi kelompok tersebut dalam negosiasi gencatan senjata, baik dalam perang saat ini maupun selama konflik sebelumnya pada tahun 2014. Dia adalah pejabat lama kelompok tersebut dan selamat dari serangan udara Israel yang menghantam rumahnya di Gaza pada tahun 2007, menewaskan beberapa anggota keluarganya.

Al-Hayya dianggap dekat dengan Iran, tetapi tidak sekeras Sinwar. Ia dekat dengan Haniyeh.

Dalam wawancara dengan The Associated Press pada bulan April, al-Hayya mengatakan Hamas bersedia menyetujui gencatan senjata setidaknya selama lima tahun dengan Israel dan jika negara Palestina merdeka didirikan di sepanjang perbatasan tahun 1967, kelompok tersebut akan membubarkan sayap militernya dan menjadi partai politik murni.

Mashaal, yang menjabat sebagai pemimpin politik kelompok tersebut dari tahun 1996 hingga 2017, dianggap sebagai tokoh yang relatif moderat. Ia memiliki hubungan baik dengan Turki dan Qatar, meskipun hubungannya dengan Iran, Suriah, dan Hizbullah telah bermasalah karena dukungannya terhadap oposisi Suriah dalam perang saudara di negara itu pada tahun 2011.

Moussa Abu Marzouk, anggota pendiri Hamas dan kepala pertama biro politiknya, adalah kandidat potensial lain yang dipandang sebagai seorang moderat.

6. Pemimpin Hamas di Gaza Tidak Diprioritaskan

Beberapa pihak berpendapat bahwa saudara laki-laki Sinwar, Mohammed, seorang tokoh militer penting di Gaza, dapat menggantikannya — jika ia masih hidup. Al-Amour mengecilkan kemungkinan itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Keseleo Lidah, Trump...
Keseleo Lidah, Trump Sebut Kapal Induk AS Diserang Rudal "Republik Islam Jepang"
Ken Bates Mantan Bos...
Ken Bates Mantan Bos Chelsea Meninggal di Usia 94 Tahun, Pernah Beli The Blues Seharga 1 Pound Sterling
Rekomendasi
The 2nd IBOS Expo 2026...
The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri
Sengketa Berakhir, Warek...
Sengketa Berakhir, Warek II UIN Jakarta Resmi Buka MPLS SMA/SMK Triguna
KY Gandeng PPATK Telusuri...
KY Gandeng PPATK Telusuri Transaksi Mencurigakan Hakim
Berita Terkini
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved