7 Strategi Hamas Selepas Kematian Yahya Sinwar
Sabtu, 19 Oktober 2024 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
“Mohammed Sinwar adalah pemimpin medan pertempuran, tetapi ia tidak akan menjadi pewaris Sinwar sebagai kepala biro politik,” katanya. Sebaliknya, al-Amour mengatakan kematian Sinwar, “salah satu tokoh garis keras paling menonjol dalam gerakan itu,” kemungkinan akan mengarah pada “kemajuan tren atau arah yang dapat digambarkan sebagai garis keras” melalui kepemimpinan kelompok itu di luar negeri.
Dalam pernyataan publik pertama oleh seorang pejabat Hamas setelah kematian Sinwar, al-Hayya tampaknya mengambil garis keras pada negosiasi untuk kesepakatan gencatan senjata yang akan membebaskan sekitar 100 sandera Israel yang ditangkap dalam serangan 7 Oktober yang memicu perang dan yang diyakini ditahan di Gaza.
Tidak akan ada pembebasan sandera tanpa "berakhirnya agresi di Gaza dan penarikan (pasukan Israel) dari Gaza," kata al-Hayya.
Secara khusus, Mashaal "menunjukkan lebih banyak fleksibilitas dalam hal bekerja sama dengan Qatar dan Mesir untuk mencapai gencatan senjata di Gaza, yang juga akan berdampak positif pada situasi di Lebanon," kata Saad Abdullah Al-Hamid, seorang analis politik Saudi.
Namun, kematian Sinwar dapat menimbulkan beberapa "kesulitan praktis dalam menyelesaikan pertukaran tahanan," kata Abu Amer.
Pemimpin yang bermarkas di Gaza itu adalah "satu-satunya orang dalam kepemimpinan Hamas yang memegang rahasia berkas ini," katanya, termasuk lokasi semua sandera.
Dalam pernyataan publik pertama oleh seorang pejabat Hamas setelah kematian Sinwar, al-Hayya tampaknya mengambil garis keras pada negosiasi untuk kesepakatan gencatan senjata yang akan membebaskan sekitar 100 sandera Israel yang ditangkap dalam serangan 7 Oktober yang memicu perang dan yang diyakini ditahan di Gaza.
Tidak akan ada pembebasan sandera tanpa "berakhirnya agresi di Gaza dan penarikan (pasukan Israel) dari Gaza," kata al-Hayya.
7. Ada Kemungkinan Hamas Akan Melunak
Namun, beberapa pihak yakin bahwa kelompok tersebut kini mungkin akan melunakkan pendiriannya.Secara khusus, Mashaal "menunjukkan lebih banyak fleksibilitas dalam hal bekerja sama dengan Qatar dan Mesir untuk mencapai gencatan senjata di Gaza, yang juga akan berdampak positif pada situasi di Lebanon," kata Saad Abdullah Al-Hamid, seorang analis politik Saudi.
Namun, kematian Sinwar dapat menimbulkan beberapa "kesulitan praktis dalam menyelesaikan pertukaran tahanan," kata Abu Amer.
Pemimpin yang bermarkas di Gaza itu adalah "satu-satunya orang dalam kepemimpinan Hamas yang memegang rahasia berkas ini," katanya, termasuk lokasi semua sandera.
(ahm)
Lihat Juga :