Cerita Memalukan 2 Pasukan Khusus AS Tewas Tenggelam saat Sergap Kapal Houthi

Minggu, 13 Oktober 2024 - 12:01 WIB
loading...
A A A
"Kekurangan, kesenjangan, dan ketidakkonsistenan dalam doktrin, taktik, teknik, dan prosedur menciptakan peluang yang hilang untuk perlindungan yang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya insiden ini."

Rekan setim kedua personel tersebut berhasil menaiki kapal dan menyita suku cadang dan persenjataan yang menuju Yaman, tetapi AS pada akhirnya tidak berhasil menghentikan blokade Houthi, yang mengakibatkan kerusakan ekonomi yang signifikan bagi Israel.

Pada bulan Juli, pelabuhan Israel di Eilat dinyatakan bangkrut setelah mengalami pengepungan selama delapan bulan. Serangan Houthi menyebabkan penurunan lalu lintas pengiriman sebesar 85%, seperti yang dilaporkan pada saat itu.

Berbagai sektor termasuk pariwisata, real estate, konstruksi, dan teknologi informasi telah menghadapi penurunan ekonomi yang tajam di tengah dampak pertempuran Israel selama setahun. Negara tersebut semakin berupaya mengatasi “brain drain” karena ratusan ribu prajurit cadangan dipanggil untuk beraksi sementara sekitar setengah juta warga Israel dilaporkan telah meninggalkan negara itu.

Pengungkapan Angkatan Laut AS ini muncul di tengah serangkaian insiden memalukan bagi Angkatan Laut selama beberapa bulan terakhir. Awal tahun ini, Angkatan Laut AS diejek habis-habisan secara daring setelah sebuah foto diunggah ke Instagram yang memperlihatkan seorang komandan mengacungkan senapan dengan teropong yang dipasang terbalik.

Pada bulan September, lebih dari selusin kepala Angkatan Laut dan kepala senior dikenai sanksi setelah bersekongkol memasang sistem Wi-Fi yang tidak sah di kapal tempur pesisir—sebuah risiko keamanan yang serius.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Pecah! Momen PM Malaysia...
Pecah! Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim Nyanyi, PM Thailand Charnvirakul Main Saksofon
Rekomendasi
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Superkomputer Jagokan...
Superkomputer Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026, Argentina Bukan Unggulan
Thomas Tuchel Ngamuk...
Thomas Tuchel Ngamuk di Pinggir Lapangan, Isi Instruksinya ke Pemain Inggris Terungkap
Berita Terkini
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved