Konvoi Militer Tabrakan di Suriah, Pentagon Sebut Rusia Provokatif dan Agresif
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi Komando Pusat AS, yang mengawasi operasi militer Amerika, bersikeras bahwa pihaknya belum menerima pemberitahuan sebelumnya tentang pergerakan pasukan Rusia.
"Rusia tidak menggunakan tindakan dekonflik yang mapan untuk meminta lewatnya konvoi Rusia melalui Area Keamanan Suriah Timur (ESSA) dekat Dayrick pada 25 Agustus," kata juru bicara Komando Pusat Kapten William Urban dalam sebuah pernyataan.
Dia mengatakan konvoi Rusia menghadapi patroli gabungan AS-SDF setelah serangan tidak sah mereka dan melanjutkan dengan agresif serta sembrono mengejar konvoi pasukan Koalisi termasuk menghantam samping kendaraan AS dan helikopter Rusia terbang sangat rendah, yang mengakibatkan tujuh Tentara AS menerima luka-luka yang dievaluasi dan dirawat setelah konvoi Koalisi kembali ke pangkalan.
Militer mengatakan ketujuh anggota layanan AS yang diperiksa dan dirawat karena cedera telah kembali bertugas.
"Cedera termasuk cedera tipe gegar otak ringan, dan ketegangan otot yang konsisten dengan kecelakaan kendaraan," kata Urban.
"Tidak ada harapan bahwa setiap Tentara AS akan perlu dievakuasi secara medis dari Suriah saat ini."
"Rusia tidak menggunakan tindakan dekonflik yang mapan untuk meminta lewatnya konvoi Rusia melalui Area Keamanan Suriah Timur (ESSA) dekat Dayrick pada 25 Agustus," kata juru bicara Komando Pusat Kapten William Urban dalam sebuah pernyataan.
Dia mengatakan konvoi Rusia menghadapi patroli gabungan AS-SDF setelah serangan tidak sah mereka dan melanjutkan dengan agresif serta sembrono mengejar konvoi pasukan Koalisi termasuk menghantam samping kendaraan AS dan helikopter Rusia terbang sangat rendah, yang mengakibatkan tujuh Tentara AS menerima luka-luka yang dievaluasi dan dirawat setelah konvoi Koalisi kembali ke pangkalan.
Militer mengatakan ketujuh anggota layanan AS yang diperiksa dan dirawat karena cedera telah kembali bertugas.
"Cedera termasuk cedera tipe gegar otak ringan, dan ketegangan otot yang konsisten dengan kecelakaan kendaraan," kata Urban.
"Tidak ada harapan bahwa setiap Tentara AS akan perlu dievakuasi secara medis dari Suriah saat ini."
Lihat Juga :