Yordania Bantu Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Publik Kerajaan Marah

Kamis, 03 Oktober 2024 - 08:32 WIB
loading...
Yordania Bantu Israel...
Yordania telah menembak jatuh rudal-rudal Iran yang menyerang Israel, memicu kemarahan publik kerajaan tersebut. Foto/Al Jazeera
A A A
AMMAN - Otoritas Kerjaaan Yordania menghadapi banjir kritik dan kemarahan setelah pemerintah mengonfirmasi bahwa pasukannya menembak jatuh rudal-rudal Iran yang menargetkan Israel pada Selasa malam.

Iran menembakkan sekitar 180 rudal ke Israel, di mana rudal-rudal tersebut menerangi langit malam di atas Tel Aviv dan Yerusalem sebelum suara ledakan besar yang memekakkan telinga terdengar.

Video-video yang dianalisis Middle East Eye (MEE) menunjukkan rudal-rudal Teheran menghantam beberapa wilayah Israel, dengan satu rudal terlihat meledak di sekitar markas Mossad di pinggiran utara Tel Aviv. Tidak jelas apakah ada kerusakan pada fasilitas tersebut.

Sejumlah lokasi serangan juga diidentifikasi di seluruh Israel tengah, tetapi sensor militer Israel, sebagai kebijakan, telah melarang media lokal dan internasional untuk menerbitkan rincian lokasi pasti yang menjadi sasaran.

Baca Juga: Sekutu PM Israel: Yordania Berikutnya setelah Lebanon

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam, Direktorat Keamanan Publik Yordania mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya mencegat rudal dan pesawat nirawak Iran yang menuju Israel.

"Angkatan Udara Kerajaan Yordania dan sistem pertahanan udara menanggapi sejumlah rudal dan pesawat nirawak yang memasuki wilayah udara Yordania," bunyi pernyataan tersebut.

Satu video yang dianalisis oleh MEE memperlihatkan rudal Iran yang jatuh tertanam di jalan di pinggiran Ibu Kota Yordania, Amman.

Setelah serangan tersebut, pejabat Yordania bersikeras bahwa keterlibatan kerajaan adalah masalah pertahanan diri dan melindungi kedaulatannya.

"Posisi Yordania jelas dan permanen bahwa negara ini tidak akan menjadi arena konflik bagi pihak mana pun," kata Mohammad al-Momani, juru bicara pemerintah yang juga menteri negara untuk urusan media, dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan bahwa melindungi warga Yordania adalah tanggung jawab pertama kerajaan.

Namun, pernyataan itu tidak diterima dengan baik oleh publik Yordania, negara yang memiliki salah satu populasi pengungsi Palestina terbanyak.

"Jika Yordania didahulukan, mengapa ia terseret ke dalam konfrontasi yang bukan urusannya sendiri?" kesal Iyad al-Rantsis, warga negara Yordania, kepada MEE.

"Mengapa warga negara Yordania harus menghadapi bahaya demi Zionis dan keamanan serta keselamatan mereka?" katanya lagi.

"Lebih dari itu, mengapa Yordania menghabiskan kekuatan dan ekonominya dengan menembak jatuh rudal yang tidak ditujukan kepadanya?" imbuh dia.

Yordania Dianggap Membela Israel


Penggambaran Yordania sebagai sekutu dan pelindung Israel tampaknya juga membuat marah banyak orang di Amman yang, selama berbulan-bulan, telah menyatakan kemarahan atas perang brutal Zionis di Gaza.

"Apa yang kita saksikan kemarin adalah kontradiksi posisi," kata Mohammed al-Absi, anggota Partai Persatuan Demokratik (Wehda) dan koordinator Gerakan untuk Menolak Normalisasi, kepada MEE.

"Ada sentimen populer yang bergembira atas rudal Iran yang menyerang entitas Zionis [Israel]. Namun, menembak jatuh rudal Iran tidak sejalan dengan posisi populer yang mendukung perlawanan di Palestina dan Lebanon," ujarnya.

"Apa yang terjadi dengan jatuhnya rudal itu sangat disayangkan, baik rudal itu ditembak jatuh oleh pertahanan udara Yordania atau asing. Rudal-rudaltersebut tidak menargetkan Yordania, jadi mengapa kita menembak jatuh rudal-rudal itu?" imbuh dia.

Lamis Andoni, seorang analis dan komentator urusan Timur Tengah dan Palestina, setuju dengan mengatakan bahwa Yordania, penerima bantuan Amerika Serikat yang secara rutin bekerja sama dengan Washington, dipaksa untuk campur tangan dan beroperasi di bawah tekanan Amerika.

"Pemerintah Yordania menganggap lintasan rudal dan pesawat nirawak di wilayahnya sebagai pelanggaran kedaulatannya, tetapi pada saat yang sama, ia tidak menganggap pesawat Israel dan Amerika yang menembus wilayah udaranya untuk menyerang negara Arab atau Iran sebagai pelanggaran kedaulatannya," katanya.

"Amerika ingin menyeret Yordania agar berpartisipasi penuh dalam membela Israel dalam aliansi Barat. Ini secara resmi telah menarik Yordania untuk membela Israel," imbuh dia.

Yordania menjalin hubungan diplomatik dengan Israel pada tahun 1994 dan kedua negara tersebut diketahui bekerja sama dalam berbagai masalah keamanan regional.

Namun, sejak perang di Gaza pecah, semakin banyak warga Yordania yang mengkritik perjanjian damai pemerintah dengan Israel, meskipun Amman mendorong gencatan senjata dan berulang kali mengumumkan upaya penyaluran bantuannya di daerah kantong yang terkepung itu.

Pada akhir Maret, ribuan warga Yordania berdemonstrasi di Amman setiap malam, dengan beberapa mencoba menyerbu Kedutaan Israel. Pada bulan September, Front Aksi Islam (IAF), yang telah memimpin protes besar terhadap perang di Gaza, memperoleh keuntungan signifikan dalam pemilu Parlemen, memenangkan 32 kursi di parlemen beranggotakan 138 kursi yang telah lama didominasi oleh faksi suku dan pro-pemerintah.

Namun, beberapa pendukung pro-pemerintah membela keputusan untuk mencegat rudal tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu sejalan dengan kepentingan keamanan Amman.

"Rudal-rudal ini melintasi wilayah udara Yordania tanpa koordinasi atau pemberitahuan kepada kerajaan, dan kami adalah negara berdaulat," kata Nidal Abu Zeid, seorang pakar militer dan analis politik, kepada MEE,yang dilansir Kamis (3/10/2024).

"Rudal-rudal yang jatuh di Yordania adalah selongsong rudal, bukan hulu ledak peledak, dan ini berarti bahwa sistem pertahanan udara menangani rudal yang meledak di udara," katanya.

Analis tersebut mengatakan bahwa beberapa rudal ditembak jatuh oleh pertahanan udara Yordania, dan yang lainnya oleh sistem David's Sling Israel, atau oleh pertahanan udara AS yang bermarkas di wilayah tersebut dan di kapal induk USS Dwight D Eisenhower.

"Oleh karena itu, rudal-rudal ini ditembak jatuh di luar wilayah udara Yordania di lapisan atas atmosfer dan kemudian jatuh di dalam wilayah Yordania," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Berita Terkini
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Infografis
Perbandingan Universitas...
Perbandingan Universitas Terbaik Iran vs Israel, Siapa Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved