alexametrics

Wamenlu: Anak Muda Bicara Demokrasi Jangan Hanya di Medsos

loading...
Wamenlu: Anak Muda Bicara Demokrasi Jangan Hanya di Medsos
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar menjadi pembicara dalam Bali Democracy Student Confrence (BDSC) di kawasan Nusa Dua, Bali, Rabu (4/12/2019). Foto/Sindonews/Victor Maulana
A+ A-
NUSA DUA - Anak-anak muda sebaiknya jangan hanya aktif dan rajin bersuara di media sosial, terutama jika berbicara mengenai demokrasi. Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Mahendra Siregar.

Berbicara kepada peserta Bali Democracy Student Confrence (BDSC) di kawasan Nusa Dua pada Rabu (4/12/2019), Mahendra menuturkan bahwa harus ada langkah nyata yang diambil anak muda untuk dapat menciptakan perubahan.

"Saya menekankan bahwa anak muda kalau sudah aktif dan super aktif di sosial media dan sebagainya jangan lupa berikan suara di kotak suara. Karena kadang-kadang lupa, sudah aktif 24 jam, 7 hari sudah tidak perlu berikan suara," ucap Mahendra.



Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) itu menuturkan bahwa mengatakan peran serta anak muda sangat penting bagi proses demokrasi. Dia memberikan contoh di Inggris, di mana kubu yang ingin bertahan di Uni Eropa (UE) kalah karena partisipasi anak muda yang rendah meski dukungan di media sosial sangat tinggi.

Dia menuturkan hal itu tidak akan terjadi di Indonesia, di mana jumlah pemilih pemula hampir setara dengan pemilih lama.

"Saya sampaikan Indonesia tidak begitu. Indonesia jumlah rasio generasi muda yang datang sama dengan kelompok umur lain. Jadi demokrasi aktif harus sampai ke suara," tukasnya.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak