Erdogan Kutuk Netanyahu seperti Hitler, Harus Dihentikan Aliansi Kemanusiaan
Rabu, 25 September 2024 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
“Gambar-gambar yang bocor dari penjara-penjara yang telah diubah Israel menjadi kamp konsentrasi menunjukkan dengan sangat jelas jenis penganiayaan yang sedang kita hadapi," papar dia.
"Sebagai akibat dari serangan Israel, Gaza telah menjadi kuburan terbesar di dunia bagi anak-anak dan wanita. Ratusan anak-anak Gaza telah meninggal sejauh ini karena mereka tidak dapat menemukan sepotong roti kering, seteguk air atau semangkuk sup dan mereka masih sekarat,” ujar Erdogan.
Dia menegaskan, "Tidak hanya anak-anak yang sekarat di Gaza; sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa juga sekarat, kebenaran sedang sekarat, nilai-nilai yang diklaim Barat untuk dipertahankan sedang sekarat, harapan umat manusia untuk hidup di dunia yang lebih adil sedang sekarat satu per satu."
"Hentikan kekejaman ini, kebiadaban ini. Apakah mereka yang di Gaza, mereka yang di Tepi Barat bukan manusia? Anak-anak di Palestina, apakah mereka tidak memiliki hak untuk belajar, tinggal, dan bermain di jalanan?" tanya Erdogan.
Presiden Turki mendesak Dewan Keamanan untuk mencegah "genosida" di Gaza dan untuk "menghentikan kekejaman ini, kebiadaban ini."
"Apa lagi yang Anda tunggu untuk menghentikan jaringan pembantaian yang juga membahayakan nyawa warganya sendiri beserta rakyat Palestina dan menyeret seluruh kawasan ke dalam perang demi prospek politiknya?" imbuh dia.
Dia juga mengkritik negara-negara yang "tanpa syarat" mendukung Israel. "Sampai kapan Anda akan terus menanggung malu melihat pembantaian ini, menjadi kaki tangannya?" tanya dia.
Sementara anak-anak meninggal di Gaza, Ramallah, dan Lebanon, dan bayi-bayi meninggal di inkubator, Erdogan mengatakan masyarakat internasional juga telah memberikan "catatan yang sangat buruk tentang dirinya sendiri."
“Apa yang terjadi di Palestina merupakan indikator kemerosotan moral yang besar," imbuh dia.
Dia menegaskan, "Saya juga ingin dengan ini mengungkapkan kebenaran dengan lantang dan jelas. Dengan mengabaikan hak asasi manusia yang mendasar, pemerintah Israel melakukan pembersihan etnis, genosida terbuka terhadap suatu bangsa, suatu rakyat, dan menduduki wilayah mereka selangkah demi selangkah."
“Satu-satunya alasan agresi Israel terhadap rakyat Palestina adalah dukungan tanpa syarat dari suatu negara, suatu bangsa, dan menduduki wilayah mereka selangkah demi selangkah," ujar kepada Sidang Umum PBB.
Erdogan menambahkan negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap Israel "secara terbuka menjadi kaki tangan pembantaian ini dengan kebijakan berlari bersama kelinci, berburu bersama anjing pemburu."
"Mereka yang seharusnya bekerja untuk gencatan senjata di pusat perhatian terus mengirim senjata dan amunisi ke Israel di belakang panggung, sehingga Israel dapat melanjutkan pembantaiannya. Ini adalah ketidakkonsistenan dan ketidakjujuran," tegas doa.
Beralih ke proposal gencatan senjata dan kesepakatan penyanderaan Gaza, Erdogan mengatakan dokumen tersebut telah "bolak-balik" sejak Mei.
Terlepas dari kenyataan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, telah berulang kali menyatakan penerimaannya terhadap proposal tersebut, dia mengatakan pemerintah Israel "dengan sangat jelas menunjukkan mereka adalah pihak yang tidak menginginkan perdamaian dengan terus-menerus menghambat proses tersebut, terus-menerus mencari alasan, dengan licik membunuh lawan bicara yang dinegosiasikannya pada saat gencatan senjata sudah dekat."
"Tidak boleh ada lagi pujian yang diberikan kepada tindakan Israel yang mengalihkan perhatian dan menipu," ungkap dia.
"Sebagai akibat dari serangan Israel, Gaza telah menjadi kuburan terbesar di dunia bagi anak-anak dan wanita. Ratusan anak-anak Gaza telah meninggal sejauh ini karena mereka tidak dapat menemukan sepotong roti kering, seteguk air atau semangkuk sup dan mereka masih sekarat,” ujar Erdogan.
Dia menegaskan, "Tidak hanya anak-anak yang sekarat di Gaza; sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa juga sekarat, kebenaran sedang sekarat, nilai-nilai yang diklaim Barat untuk dipertahankan sedang sekarat, harapan umat manusia untuk hidup di dunia yang lebih adil sedang sekarat satu per satu."
"Hentikan kekejaman ini, kebiadaban ini. Apakah mereka yang di Gaza, mereka yang di Tepi Barat bukan manusia? Anak-anak di Palestina, apakah mereka tidak memiliki hak untuk belajar, tinggal, dan bermain di jalanan?" tanya Erdogan.
Presiden Turki mendesak Dewan Keamanan untuk mencegah "genosida" di Gaza dan untuk "menghentikan kekejaman ini, kebiadaban ini."
"Apa lagi yang Anda tunggu untuk menghentikan jaringan pembantaian yang juga membahayakan nyawa warganya sendiri beserta rakyat Palestina dan menyeret seluruh kawasan ke dalam perang demi prospek politiknya?" imbuh dia.
Dia juga mengkritik negara-negara yang "tanpa syarat" mendukung Israel. "Sampai kapan Anda akan terus menanggung malu melihat pembantaian ini, menjadi kaki tangannya?" tanya dia.
Sementara anak-anak meninggal di Gaza, Ramallah, dan Lebanon, dan bayi-bayi meninggal di inkubator, Erdogan mengatakan masyarakat internasional juga telah memberikan "catatan yang sangat buruk tentang dirinya sendiri."
“Apa yang terjadi di Palestina merupakan indikator kemerosotan moral yang besar," imbuh dia.
Dia menegaskan, "Saya juga ingin dengan ini mengungkapkan kebenaran dengan lantang dan jelas. Dengan mengabaikan hak asasi manusia yang mendasar, pemerintah Israel melakukan pembersihan etnis, genosida terbuka terhadap suatu bangsa, suatu rakyat, dan menduduki wilayah mereka selangkah demi selangkah."
“Satu-satunya alasan agresi Israel terhadap rakyat Palestina adalah dukungan tanpa syarat dari suatu negara, suatu bangsa, dan menduduki wilayah mereka selangkah demi selangkah," ujar kepada Sidang Umum PBB.
Erdogan menambahkan negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap Israel "secara terbuka menjadi kaki tangan pembantaian ini dengan kebijakan berlari bersama kelinci, berburu bersama anjing pemburu."
"Mereka yang seharusnya bekerja untuk gencatan senjata di pusat perhatian terus mengirim senjata dan amunisi ke Israel di belakang panggung, sehingga Israel dapat melanjutkan pembantaiannya. Ini adalah ketidakkonsistenan dan ketidakjujuran," tegas doa.
Israel Tak Menginginkan Perdamaian
Beralih ke proposal gencatan senjata dan kesepakatan penyanderaan Gaza, Erdogan mengatakan dokumen tersebut telah "bolak-balik" sejak Mei.
Terlepas dari kenyataan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, telah berulang kali menyatakan penerimaannya terhadap proposal tersebut, dia mengatakan pemerintah Israel "dengan sangat jelas menunjukkan mereka adalah pihak yang tidak menginginkan perdamaian dengan terus-menerus menghambat proses tersebut, terus-menerus mencari alasan, dengan licik membunuh lawan bicara yang dinegosiasikannya pada saat gencatan senjata sudah dekat."
"Tidak boleh ada lagi pujian yang diberikan kepada tindakan Israel yang mengalihkan perhatian dan menipu," ungkap dia.
Lihat Juga :