Pilot Phillip Mehrtens Dibebaskan setelah 19 Bulan Ditawan KKB Papua, Ini Respons PM Selandia Baru

Minggu, 22 September 2024 - 06:07 WIB
loading...
Pilot Phillip Mehrtens...
Phillip Mark Mehrtens (kiri), pilot Susi Air asal Selandia Baru, telah dibebaskan setelah lebih dari 19 bulan ditawan KKB Papua di wilayah Nduga, Papua, Indonesia. Foto/Satgas Damai Cartenz 2024
A A A
JAKARTA - Phillip Mark Mehrtens, pilot Susi Air asal Selandia Baru, telah dibebaskan setelah lebih dari 19 bulan ditawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di wilayah Nduga, Papua, Indonesia.

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Christopher Luxon mengatakan dia bersyukur Mehrtens telah dibebaskan.

Mehrtens diculik oleh KKB yang dikenal sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat pada 7 Februari tahun lalu setelah dia menerbangkan pesawat sewaan ringan ke landasan udara terpencil untuk bekerja.

Setelah dibebaskan, pilot 38 tahun yang merupakan ayah dari satu anak tersebut diterbangkan ke kota Timika, tempat polisi mengatakan dia menjalani pemeriksaan medis dan psikologis.

Baca Juga: Pilot Susi Air Philip Mark Mahrtens Dibebaskan usai Disandera 1,5 Tahun

Kepolisian Indonesia di Papua mengumumkan bahwa Mehrtens diserahkan kepada awak helikopter gabungan TNIP-Polri dari Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz 2024 di sebuah desa terpencil di Kabupaten Nduga di daerah dataran tinggi tengah.

Kepala Humas Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 Komisaris Besar Polisi Bayu Suseno mengatakan bahwa Mehrtens telah diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat TNI Angkatan Udara semalam.

"Saya berbicara dengan pilot Phillip dan pada dasarnya dia mengatakan dia senang sekarang karena dia bisa dibebaskan," kata Bayu Suseno.

"Secara umum, dia sehat. Dia menderita asma beberapa waktu lalu tetapi sekarang dia sudah sehat," ujarnya.

Gambar dan video yang dirilis oleh kepolisian pada Sabtu menunjukkan Mehrtens duduk bersama petugas di sebuah gedung pos komando di Timika.

"Hari ini saya telah dibebaskan. Saya sangat senang bahwa sebentar lagi saya akan bisa pulang dan bertemu keluarga saya," kata Mehrtens dalam sebuah konferensi pers pada hari Sabtu, berbicara dalam bahasa Indonesia.

"Terima kasih kepada semua orang yang telah membantu saya hari ini sehingga saya bisa keluar dengan selamat dalam kondisi sehat."

PM Selandia Baru Christopher Luxon senang dan bersyukur Mehrtens telah dibebaskan.

"Apresiasi saya kepada semua orang di Indonesia dan Selandia Baru yang telah mendukung hasil positif ini untuk Phillip dan keluarganya," tulis Luxon di X.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters mengatakan dalam konferensi pers pada Sabtu di Auckland bahwa Mehrtens akan bersatu kembali dengan keluarganya.

"Kami senang dan lega mengonfirmasi bahwa Phillip Mehrtens aman dan sehat serta telah dapat berbicara dengan keluarganya,” kata Peters.

"Berita ini pasti sangat melegakan bagi teman-temannya dan orang-orang terkasih,”ujarnya.

"Keluarganya akan sangat bahagia, saya yakin,” imbuh Peters, seperti dikutip ABC.

Semalam, Mehrtens disambut oleh Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Kevin Burnett dan pejabat Indonesia saat tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Susi Pudjuastuti, pemilik perusahaan penerbangan carter tempat Mehrten bekerja, mengatakan di X: "Allah Maha Besar dan Pengasih! Terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah membantu pilot kami pulang."

Mantan menteri Indonesia tersebut menandai akun Presiden Indonesia Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto dalam unggahan tersebut.

"Melalui proses negosiasi yang panjang, dengan kesabaran untuk tidak melakukannya secara represif, prioritas kami adalah keselamatan pilot," kata Presiden Joko Widodo dalam sambutan yang disiarkan televisi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
Pertemuan Putin dan...
Pertemuan Putin dan Trump Digelar Bulan Ini di Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved