Mantan Presiden Rusia Usulkan Daftar Musuh-musuh Rusia
Rabu, 18 September 2024 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Medvedev, keadilan menuntut agar sponsor terorisme dan mereka yang menghasut kekerasan diberi peringatan.
“Sejarah penuh dengan contoh balas dendam yang tertunda,” imbuhnya, seraya mencatat pengejaran gencar Uni Soviet terhadap Leon Trotsky atau kaki tangan Nazi Ukraina Stepan Bandera, Rusia mengejar “teroris dan pengkhianat” di zaman modern, dan AS serta negara-negara Barat lainnya yang menyasar musuh-musuh mereka.
Yang penting, menurutnya, adalah “keniscayaan” balas dendam, sehingga “setiap makhluk, terlepas dari bangsanya, keyakinannya, kewarganegaraannya, dan kedudukannya, yang melakukan kejahatan terhadap negara dan rakyat kita,” tahu bahwa hal itu akan terjadi dan berubah menjadi “tikus yang sakit kecemasan dan paranoia.”
“Operasi semacam itu direncanakan dengan saksama dan tidak selalu berhasil. Namun, operasi itu perlu dilakukan. Ini sangat penting, demi keadilan tertinggi dan demi mengenang para korban yang tidak bersalah,” kata Medvedev.
Medvedev, seorang sarjana hukum, dianggap "liberal" oleh Barat saat ia memimpin Rusia antara tahun 2008 dan 2012. Ia kemudian menjabat sebagai perdana menteri hingga tahun 2020, saat ia ditugaskan untuk memimpin Dewan Keamanan Nasional.
“Sejarah penuh dengan contoh balas dendam yang tertunda,” imbuhnya, seraya mencatat pengejaran gencar Uni Soviet terhadap Leon Trotsky atau kaki tangan Nazi Ukraina Stepan Bandera, Rusia mengejar “teroris dan pengkhianat” di zaman modern, dan AS serta negara-negara Barat lainnya yang menyasar musuh-musuh mereka.
Yang penting, menurutnya, adalah “keniscayaan” balas dendam, sehingga “setiap makhluk, terlepas dari bangsanya, keyakinannya, kewarganegaraannya, dan kedudukannya, yang melakukan kejahatan terhadap negara dan rakyat kita,” tahu bahwa hal itu akan terjadi dan berubah menjadi “tikus yang sakit kecemasan dan paranoia.”
“Operasi semacam itu direncanakan dengan saksama dan tidak selalu berhasil. Namun, operasi itu perlu dilakukan. Ini sangat penting, demi keadilan tertinggi dan demi mengenang para korban yang tidak bersalah,” kata Medvedev.
Medvedev, seorang sarjana hukum, dianggap "liberal" oleh Barat saat ia memimpin Rusia antara tahun 2008 dan 2012. Ia kemudian menjabat sebagai perdana menteri hingga tahun 2020, saat ia ditugaskan untuk memimpin Dewan Keamanan Nasional.
(ahm)
Lihat Juga :