alexametrics

Rezim Kim Jong-un Sebut PM Jepang Tolol, Haramkan Injak Tanah Korut

loading...
Rezim Kim Jong-un Sebut PM Jepang Tolol, Haramkan Injak Tanah Korut
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berbicara dalam pertemuan puncak ASEAN-Jepang di Bangkok, Thailand, 4 November 2019. Foto/REUTERS/Soe Zeya Tu
A+ A-
SEOUL - Rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korea Utara (Korut) pada hari Kamis (7/11/2019) melontarkan makian kasar pada Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dengan menyebutnya sebagai orang tolol. Abe bahkan dilarang untuk menginjakkan kakinya di Pyongyang.

Makian keras pemerintah komunis itu disampaikan seorang diplomat Korea Utara dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan oleh kantor berita negara Korut, KCNA. Kemarahan Pyongyang itu dipicu oleh kritik Tokyo terhadap tes senjata terbaru Korea Utara.

Korea Utara melakukan uji coba senjata yang mereka sebut sebagai "peluncur roket ganda super besar" pada 31 Oktober 2019. Namun, Tokyo mengatakan bahwa senjata yang diuji coba rezim Kim Jong-un tersebut kemungkinan adalah rudal balistik dan itu melanggar sanksi PBB.



Abe mengutuk uji coba senjata itu pada pertemuan puncak ASEAN minggu ini. Dalam komentar kerasnya, Abe mengaku ingin bertemu Kim Jong-un tanpa syarat untuk menyelesaikan masalah warga negara Jepang yang diculik oleh pasukan Pyongyang.

"Perdana Menteri Jepang Abe, yang sekarang membuat keributan atas uji peluncur roket ganda super besar kami seolah-olah hulu ledak nuklir telah jatuh di tanah Jepang, adalah tolol," tulis KCNA mengutip pernyataan duta besar Korea Utara untuk hubungan dengan Jepang, Song Il Ho.

"Abe, yang telah membuat pernyataan keliru tentang tindakan pembelaan diri kita yang sah dengan secara sembrono mengibas-ngibaskan lidahnya...bahkan seharusnya tidak bermimpi melewati ambang batas Pyongyang," lanjut Song, merujuk pada larangan bagi PM Jepang itu untuk berkunjung ke Korea Utara.

Pada tahun 2002, Korea Utara mengakui bahwa agen-agennya telah menculik 13 Jepang dari tahun 1960-an hingga 1980-an. Jepang mengatakan 17 warganya diculik, lima di antaranya dipulangkan.

Menurut pemerintah Korea Utara, delapan warga Jepang telah tewas. Abe sendiri telah bersumpah untuk mengangkat masalah ini sampai semua korban penculikan dipulangkan dan mengatakan bahwa dia bersedia untuk bertemu Kim Jong-un tanpa syarat.

Mantan Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi mengunjungi Pyongyang pada tahun 2002 dan bertemu ayah dari pemimpin Korea Utara saat ini. Sedangkan Abe belum pernah bertemu Kim Jong-un sama sekali.
(mas)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak