Kompak, Biden dan Trump Kutuk Perlakukan China Terhadap Muslim Uighur

Kamis, 27 Agustus 2020 - 10:31 WIB
loading...
Kompak, Biden dan Trump...
Baik Joe Biden dan Donald Trump mengutuk perlakuan China terhadap kelompok minorias Uighur. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Nasib kelompok minoritas Muslim Uighur menjadi perhatian dua kandidat presiden Amerika Serikat (AS) . Baik kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dan presiden incumbent Donald Trump baru-baru ini mengutuk perlakuan China terhadap kelompok tersebut.

Capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, dengan suara lantang menyebut perlakuan China terhadap Muslim Uighur sebagai genosida.

"Penindasan tak terkatakan yang dialami oleh warga Uighur dan etnis minoritas lainnya di tangan pemerintah otoriter China adalah genosida dan Joe Biden menentangnya dengan sangat kuat," kata kampanyenya pekan ini seperti dikutip dari VOA, Kamis (27/8/2020).

Kampanye Biden mengatakan bahwa jika pemerintahan Trump memutuskan untuk menyebut tindakan China sebagai genosida, pertanyaan yang mendesak adalah apa yang akan dilakukan Donald Trump untuk mengambil tindakan.

"Dia juga harus meminta maaf karena memaafkan perlakuan mengerikan terhadap Uighur ini," kata kampanye Biden. (Baca: Biden Bersumpah Kalahkan Trump, Akhiri 'Masa Kegelapan' AS )

Sedangkan pemerintahan Trump belum menggambarkan tindakan Beijing sebagai genosida, tetapi juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) John Ullyot mengutuk perlakuan China terhadap orang-orang Uighur.

Ia mengatakan China telah melakukan tindakan mengerikan terhadap wanita, termasuk aborsi paksa, sterilisasi paksa dan metode kontrasepsi paksa lainnya, kerja paksa yang disponsori negara, kekerasan seksual termasuk melalui pemerkosaan dalam tahanan, wajib tinggal di rumah oleh pejabat Han dan kawin paksa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Belum Nonton Piala...
Trump Belum Nonton Piala Dunia 2026 di Stadion, Presiden FIFA: Berpotensi Picu Pertanyaan Publik
Breaking News!AS Kembali...
Breaking News!AS Kembali Bombardir Iran Besar-besaran, Tentara dan Warga Tewas
Ken Bates Mantan Bos...
Ken Bates Mantan Bos Chelsea Meninggal di Usia 94 Tahun, Pernah Beli The Blues Seharga 1 Pound Sterling
Rekomendasi
Bus Sekolah Gratis Disabilitas...
Bus Sekolah Gratis Disabilitas Pemkot Tangsel Dapat Sambutan Positif dari Orang Tua
Tak Oper ke Haaland,...
Tak Oper ke Haaland, Sorloth dan Kekasihnya Diteror
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
Berita Terkini
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved