Apakah Australia Pernah Dijajah Negara Lain?
Rabu, 11 September 2024 - 20:40 WIB
loading...
A
A
A
Permintaannya agar petani yang lebih berpengalaman membantu koloni hukuman itu berulang kali ditolak, dan ia kekurangan dana dan perlengkapan. Meskipun demikian, ditemani oleh kontingen kecil Marinir dan perwira lainnya, Phillip memimpin rombongannya yang beranggotakan 1.000 orang, yang lebih dari 700 di antaranya adalah narapidana, mengelilingi Afrika hingga ke sisi timur Australia. Secara keseluruhan, perjalanan itu berlangsung selama delapan bulan, yang menelan korban sekitar 30 orang.
Baca Juga: Kawasan Wisata di Vietnam Hancur Diterjang Topan Yagi, 141 Orang Tewas
Pada tahun 1818, tanggal 26 Januari menjadi hari libur resmi, menandai peringatan 30 tahun pemukiman Inggris di Australia. Ketika Australia menjadi negara berdaulat, tanggal tersebut menjadi hari libur nasional yang dikenal sebagai Hari Australia. Banyak penduduk Aborigin Australia menyebutnya "Hari Invasi."
Baca Juga: Kawasan Wisata di Vietnam Hancur Diterjang Topan Yagi, 141 Orang Tewas
4. Pernah Mengalami Masa Sulit
Tahun-tahun pertama pemukiman hampir membawa bencana. Terkutuk dengan tanah yang buruk, iklim yang tidak dikenal, dan para pekerja yang tidak tahu cara bertani, Phillip mengalami kesulitan besar untuk menjaga para lelaki itu tetap hidup. Koloni itu berada di ambang kelaparan total selama beberapa tahun, dan para marinir yang dikirim untuk menjaga ketertiban tidak mampu melaksanakan tugas itu. Phillip, yang terbukti sebagai pemimpin yang tangguh tetapi berpikiran adil, bertahan dengan menunjuk narapidana ke posisi tanggung jawab dan pengawasan. Cambukan dan hukuman gantung adalah hal yang biasa, tetapi begitu pula dengan egalitarianisme. Seperti yang dikatakan Phillip sebelum meninggalkan Inggris: “Di negara baru tidak akan ada perbudakan dan karenanya tidak ada budak.”5. Makin Makmur pada Abad ke-19
Meskipun Phillip kembali ke Inggris pada tahun 1792, koloni tersebut menjadi makmur pada pergantian abad ke-19. Merasakan rasa patriotisme yang baru, para pria mulai berkumpul sekitar tanggal 26 Januari sebagai hari pendirian mereka. Sejarawan Manning Clarke mencatat bahwa pada tahun 1808 para pria merayakan “peringatan berdirinya koloni” dengan “minum-minum dan bergembira.”Pada tahun 1818, tanggal 26 Januari menjadi hari libur resmi, menandai peringatan 30 tahun pemukiman Inggris di Australia. Ketika Australia menjadi negara berdaulat, tanggal tersebut menjadi hari libur nasional yang dikenal sebagai Hari Australia. Banyak penduduk Aborigin Australia menyebutnya "Hari Invasi."
(ahm)
Lihat Juga :