Ukraina Kerahkan Drone Naga untuk Melawan Rusia
Selasa, 10 September 2024 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Senjata pembakar seperti termit, napalm, dan fosfor putih tidak dilarang untuk pertempuran menurut hukum internasional.
Termit awalnya dikembangkan oleh ahli kimia Jerman Hans Goldschmidt pada tahun 1890-an untuk keperluan sipil, tetapi akhirnya digunakan "dengan efek yang mengerikan" dalam kedua Perang Dunia, demikian yang dicatat media tersebut.
Selama Perang Dunia II, baik Nazi maupun Sekutu mengandalkan bom termit, yang sebagian besar dijatuhkan pada malam hari karena ketepatan tidak diperlukan.
Amunisi pembakar tersebut mengakibatkan kerusakan besar di banyak kota selama konflik karena penggunaannya sering mengakibatkan kebakaran besar.
Awal pekan ini, Dr Iain Overton, direktur eksekutif LSM Inggris Action on Armed Violence (AOAV), memperingatkan di X bahwa, "Penggunaan bom termit yang meluas meningkatkan kemungkinan senjata ini digunakan di daerah berpenduduk. Hasilnya bisa menjadi bencana besar, dengan cedera yang mengerikan dan hilangnya nyawa di antara warga sipil."
Termit awalnya dikembangkan oleh ahli kimia Jerman Hans Goldschmidt pada tahun 1890-an untuk keperluan sipil, tetapi akhirnya digunakan "dengan efek yang mengerikan" dalam kedua Perang Dunia, demikian yang dicatat media tersebut.
Selama Perang Dunia II, baik Nazi maupun Sekutu mengandalkan bom termit, yang sebagian besar dijatuhkan pada malam hari karena ketepatan tidak diperlukan.
Amunisi pembakar tersebut mengakibatkan kerusakan besar di banyak kota selama konflik karena penggunaannya sering mengakibatkan kebakaran besar.
Awal pekan ini, Dr Iain Overton, direktur eksekutif LSM Inggris Action on Armed Violence (AOAV), memperingatkan di X bahwa, "Penggunaan bom termit yang meluas meningkatkan kemungkinan senjata ini digunakan di daerah berpenduduk. Hasilnya bisa menjadi bencana besar, dengan cedera yang mengerikan dan hilangnya nyawa di antara warga sipil."
Lihat Juga :