Kim Jong-un Bakal Tingkatkan Jumlah Bom Nuklir Korut untuk Melawan AS

Selasa, 10 September 2024 - 07:24 WIB
loading...
A A A
Kelompok Konsultasi dan Strategi Pencegahan yang Diperluas, yang dibentuk oleh AS dan Korea Selatan, mengadakan pertemuan kelima di Washington DC pada tanggal 4 September. Kedua belah pihak membahas dan berkoordinasi mengenai strategi keamanan dan isu-isu kebijakan yang memengaruhi Semenanjung Korea.

Pencegahan yang diperluas, juga dikenal sebagai penyediaan "payung nuklir", adalah komitmen yang dibuat oleh AS untuk mencegah dan menanggapi skenario nuklir dan non-nuklir dengan menggunakan seluruh kemampuan militernya untuk membela Korea Selatan.

Korea Selatan adalah salah satu dari tiga negara di Asia, selain Jepang dan Australia, yang mendapatkan keuntungan dari pencegahan yang diperluas dari Amerika. Kedua negara membentuk aliansi di bawah Perjanjian Pertahanan Bersama 1953, yang ditandatangani tak lama setelah gencatan senjata Perang Korea.

Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) memperkirakan bahwa Korea Utara telah merakit sekitar 50 hulu ledak nuklir hingga Januari tahun ini. Negara itu memiliki cukup bahan fisil untuk fisi nuklir hingga mencapai total 90 hulu ledak nuklir.

Sebagai negara yang tidak memiliki senjata nuklir, Korea Selatan dilindungi oleh pasukan nuklir Amerika. Diperkirakan AS memiliki 100 bom gravitasi nuklir B61 untuk penggunaan potensial dalam mendukung sekutu non-Eropa, termasuk di Asia Timur Laut, menurut Bulletin of the Atomic Scientists.

AS juga telah meningkatkan pengerahan pasukan nuklirnya di dan sekitar Semenanjung Korea.

USS Kentucky, kapal selam rudal balistik, tiba di Korea Selatan pada bulan Juli tahun lalu. Itu adalah kunjungan pertama oleh kapal selam Amerika yang berkemampuan nuklir dalam empat dekade terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved